Berita Video

KPU Identifikasi Pemilih Penyandang Disabilitas

Hal ini dilakukan guna memudahkan untuk pemetaan TPS yang ramah maupun aksesbilitas untuk para penyandang disabilitas.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - KPU Provinsi Kalbar mengindentifikasi para pemilih penyandang disabilitas.

Hal ini dilakukan guna memudahkan untuk pemetaan TPS yang ramah maupun aksesbilitas untuk para penyandang disabilitas.

Seperti yang diketahui, berdasarkan hasil rekap pleno DPTHP-2 KPU Kalbar menetapkan 3.685.159 pemilih, dari data tersebut, pemilih penyandang disabilitas sebanyak 9.388 yang terdiri dari Tuna Daksa 2.684, Tuna Netra 1.671, Tuna Rungu atau Wicara 1.942, Tuna Gharita 1.321, dan Disabilitas lainnya 1.770 pemilih

"Direkap dari awal terkait dengan penyandang disabilitas dan ketegori masing-masing karena penyebarannya dimasing-masing TPS yang telah terekap di Kabupaten Kota. Hal ini juga dalam rangka untuk pembuatan TPS yang ramah terhadap penyandang disabilitas, jadi lokasi yang dibuat untuk TPS yang nanti tidak menyulitkan bagi penyandang disabilitas," ungkap Ketua KPU Kalbar, Ramdan, Kamis (13/12/2018).

Baca: Ketua LPTQ Mempawah Minta Bijak Gunakan Bonus, Untuk Peningkatan Kapasitas Diri

Terkait dengan yang lain juga, kata dia, bahwa pengalaman dari pemilu ke pemilu dalam setiap sosialisasi kepada pemilih, para penyandang disabilitas dilibatkan sehingga mengetahui menggunakan hak pilih dihari pemungutan suara.

"ini (sosialisasi, red) menjadi penting karena biasanya disetiap Kabupaten Kota ada komunitas atau asosiasi dari kelompok disabilitas yang juga memudahkan KPU untuk bersosialisasi dengan menghadirkan atau mengundang yang bersangkutan," bebernya.

Dengan dilakukan identifikasi dari awal data pemilih terhadap penyandang disabilitas, kata Mantan Ketua KPU Singkawang ini, maka semakin memudahkan pihaknya sampai dihari H pemungutan suara.

Selain itu, menurut Ramdan juga agar para KPPS yang ada dilapangan dapat maksimal untuk pendampingan kepada para pemilih disabilitas.

"Pendampingan itukan hanya mengarah dalam artian menunjukan tempat pencoblosan, tetaplah yang bersangkutan menggunakan hak pilihnya, kemudian kalau yang tuna netra disediakan templet braile sehingga bisa menggunakan hak pilihnya dengan sendiri," tururnya.

Ramdan pun menerangkan, jika pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke KPPS maupun TPS terkait dengan penyediaan TPS yang ramah terhadap pemilih khususnya penyandang disabilitas.

"Kami menegaskan pada petugas kita nanti untuk membangun atau mendirikan TPS di tempat-tempat yang mudah diakses, kemudian termasuk mejanya jangan terlalu tinggi sehingga penyandang disabilitas yang menggunakan sepatu roda misalnya kesusahan, maupun kesulitan untuk menggunakan hak pilihnya dibilik suara," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved