Ketua DPD RI Dorong Realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kalbar

Kondisi geografis Kalbar juga bebas gempa. PLTN layak dibangun untuk kesejahteraan masyarakat Kalbar

Ketua DPD RI Dorong Realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana audiensi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Oesman Sapta Odang dengan Gubernur Kalbar H Sutarmidji terkait Energi Terbarukan dengan Gubernur Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (13/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Oesman Sapta Odang mendorong percepatan realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kalimantan Barat.

Ia memastikan DPD RI dukung penuh melalui instrumen hukum. Satu diantaranya pasca penerbitan Peraturan Presiden Republik Indonesia yang memfasilitasi pembangunan nuklir.

"Bentuk dukungan DPD RI terhadap pengembangan industri, energi dan sumber daya mineral yakni menyelenggarakan Regional Diplomatic Meeting (RDM) 2018 di Bali," terangnya saat audiensi RUU Energi Terbarukan dengan Gubernur Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (13/12/2018).

Baca: Gas Subsidi Langka, PMII Gelar Demo dan Bawa Tabung LPG 3 Kg Kosong ke Kantor Pertamina

Ia menimpali DPD RI juga jembatani dan memediasi pertemuan antara para Duta Besar negara sahabat dengan para Gubernur di Indonesia, termasuk Kalbar.

Bahkan Gubernur Kalbar, kata dia, telah berbicara dengan Duta Besar Rusia dan Duta Besar Finlandia terhadap peluang-peluang pengembangan investasi di Kalbar.

"Untuk merealisasikan kebutuhan energi itu perlu memperhatikan regulasi daerah. Misalnya, melakukan percepatan agar tersusunnya rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sesuai UU Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi," jelasnya.

Hal itu bertujuan agar ada sinkronisasi, harmonisasi, serta keterpaduan antara RUED dengan Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca: Kadiskop UKM Pontianak Ancam Cabut Izin Usaha UMKM Gunakan LPG Subsidi

OSO menilai pembangunan PLTN bertujuan guna penuhi kebutuhan tenaga listrik bagi pabrik aluminium dan kebutuhan tenaga listrik berbasis sumber daya lokal.

"Pembangunan PLTN di Kalbar sangat tepat  karena melimpahnya bahan baku berupa bauksit dan energi nuklir di Kalbar," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved