Teluk Batang Miliki Potensi Sebagai Tempat Pembudidayaan Walet

Berbicara tentang bisnis lokal di Kabupaten Kayong Utara, Teluk Batang yang dibentuk dalam undang-undang nomor 6 tahum 2007

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mahasiswa IAIN Pontianak, Ilham Fajar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maudy Asri Gita Utami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berbicara tentang bisnis lokal di Kabupaten Kayong Utara, Teluk Batang yang dibentuk dalam undang-undang nomor 6 tahum 2007 pada tanggal 2 januari 2007.

Merupakan nama tempat yang mungkin tidak asing lagi bagi orang-orang kalimantan barat sebagai daerah penghasil sarang burung walet terbesar.

Fajar menjelaskan dalam beberapa faktor yang mendukung pembudidayaan sarang burung walet ini, teluk batang sangat berpotensi sebagai tempat pembudidayaan sarang burung walet karena alam yang masih sangat terjaga.

"Tidak hanya menjadi bisnis lokal sarang burung walet ini memiliki banyak manfaat seperti mencegah resistensi insulin, sumber mineral yang baik dan mengandung asam amino yang berguna sebagai regenerasi sel," ujarnya, Kamis (13/12/2018).

Baca: Cuaca Terkini di Ibukota Kapuas Hulu

Menurutnya untuk menghasilkan uang dalam beberapa periode budidaya sarang sarangburung walet sangat membantu dalam bidang ekonomi keungan, relitanya saja 1 kilogram sarang walet sudah tembus hingga 17 juta dan itu merupakan hasil murni dalam penjualannya.

"Dalam memenuhi kebutuhannya, burung walet tidak membutuhkan pemeliharaan, apalagi sampai memberi makanan setiap hari, tetapi burung walet itu sendiri lah yang menyari makanan sendiri pada saat pagi dan pulang pada saat petang sehingga orang yang membudidayakan sarang burung walet hanya perlu membangun sebuah gedung untuk tempat tinggalnya saja," paparnya.

Fajar menilai dalam jangka waktu pembudidayaan, bisnis ini hanya memerlukan perawatan gedung seperti menjaga dari pembobolan gedung (pencurian).

"Menjaga dari hama tikus, serta menjaga suara panggila walet agar tetap hidup 24 jam," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved