Jika Aktivitas PETI di Sintang Ditutup Sebelum Ada Solusi, Pekerja Emas Akan Lakukan Ini!

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah daerah dan DPRD mempertimbangkan kesepakatan yang berisikan lima poin kesepakatan tersebut.

Jika Aktivitas PETI di Sintang Ditutup Sebelum Ada Solusi, Pekerja Emas Akan Lakukan Ini!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Para pekerja Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Penambang Emas Kabupaten Sintang menemui Pemerintah Daerah dan DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Sintang, Kamis (13/12/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Para pekerja Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Penambang Emas Kabupaten Sintang menemui Pemerintah Daerah dan DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Sintang, Kamis (13/12/2018) siang.

Ketua Persatuan Penambang Emas Kabupaten Sintang, Asmidi menyampaikan bahwa anggota DPRD adalah wakil rakyat. Sehingga dirasa tepat jika pihaknya menyampaikan aspirasi terkait solusi permasalahan PETI.

Baca: WPR Jadi Solusi Masalah PETI di Sintang, Namun Keputusan Berada di Tingkat Provinsi

Baca: Buntut Kesepakatan Forkopimda, Persatuan Pekerja PETI Temui Pemda dan DPRD Sintang

"Organisasi ini kami bentuk untuk memperkuat perjuangan kami. Surat kesepakatan Forkopimda kemarin sangat meresahkan kami. Kami tidak ingin pekerjaan dihentikan tapi solusinya tidak ada bagi kami," ujar Asmidi.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah daerah dan DPRD mempertimbangkan kesepakatan yang berisikan lima poin kesepakatan tersebut.

Sebab pekerjaan ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Setelah karet dan sawit anjlok maka kerja emas menjadi solusi masyarakat. Jadi selama belum ada solusi bagi kami untuk berhenti dari bekerja emas ini, mohon kami diijinkan bekerja tanpa gangguan," jelasnya.

"Kami minta ada solusi secepatnya. Jika tidak ada keputusan dan solusi hari ini. Kami akan aksi damai. Keputusan kami tunggu sampai besok pagi jam 7. Kami juga akan melakukan aksi golput pada pemilu 2019," pungkasnya.

Sementara itu, satu di antara pekerja PETI, Amri Marwan menjelaskan bahwa menghentikan kerja emas atau bekerja PETI tanpa ada memberikan solusi, sama saja dengan menyuruh menumpukan kapal terjun ke tengah laut

"Kami menyadari pekerjaan kami melanggar hukum. Kami kerja emas sejak 1998. Jika ditutup akan banyak angka pengangguran. Jika tidak ada pekerjaan, akan menimbulkan gejolak. Sebelum menutup lapangan pekerjaan ini mohon ada solusi pekerjaan lain," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved