Rumah yang Ditempatinya Bakal Dieksekusi Satpol PP Provinsi Kalbar, Kasim Pilih Bertahan

Dijumpai tribunpontianak.co.id, di lokasi kejadian, Kasim mengaku sudah menerima peringatan dari Pemprov terkait pengosongan lahan.

Rumah yang Ditempatinya Bakal Dieksekusi Satpol PP Provinsi Kalbar, Kasim Pilih Bertahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory
Kasim (45) saat dijumpai tribunpontianak.co.id di lokasi aset milik Pemprov yang akan di eksekusi, Selasa (11/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Salah satu pemilik rumah yang berdiri diatas aset Pemprov di Jl Nipah Kuning Dalam, Kasim (45) mengaku merasa sangat malu sekali rumahnya akan di eksekusi oleh puluhan anggota Satpol PP Provinsi Kalbar, Senin (10/12/2018).

Dijumpai tribunpontianak.co.id, di lokasi kejadian, Kasim mengaku sudah menerima peringatan dari Pemprov terkait pengosongan lahan.

Baca: Edi Kamtono Akan Memberikan Materi di Makodim 1207/BS

Baca: Kelangkaan LPG 3 Kg, Senator Kalbar Harap Pertamina Perbaiki Alur Distribusi

Kasim mengatakan kalau turun dari rumah sekarang mau tinggal dimana lagi.

"Sekarang bapak turunkan barang saya mau bawa kemana?. Saya bingung saya ada enam orang, anak empat,"ujarnya

Kasim mengaku tinggal disitu sudah setahun lebih sejak 2017 bulan 9, dan tanahnya diberi oleh Pak Iskandar.

"Kalau transaksi jual beli tidak ada cuma kalau uang ganti rugi ada, kan beliau juga punya tenaga mengurusnya," ujar Kasim pada tribunpontianak.co.id

Kasim mengaku tidak tahu asal usul tanah tersebut.

"Kalau masalah tanah ini milik siapa saya tidak tau, lagian tidak mungkin saya mau tidur di kaki lima," ujarnya.

Kasim mengaku tahu, jika ia menempati tanah yang bukan hak miliknya, tanpa surat menyurat, sewaktu-waktu akan di ambil oleh pemiliknya, dalam hal ini Pemprov.

"Selama ini saya ada terima surat peringatan dari dinas terkait, cuma saya informasikan ke Pak Iskandar kalau saya disuruh kosongkan lahan ini dia bilang jangan," ujar Kasim pada tribunpontianak.co.id

Kasim mengaku ada memberi uang ke Pak Iskandar cuma dia tidak tahu nominalnya itu urusan istrinya, katanya pada tribunpontianak.co.id di lokasi kejadian.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved