Hermanus Ajak Umat Kristiani Kubu Raya Bangun Kebersamaan

Meski berbeda-beda, tetapi selalu bisa menghargai dan menghormati satu sama lain. Selalu merasa saling bersaudara.

Hermanus Ajak Umat Kristiani Kubu Raya Bangun Kebersamaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengajak masyarakat khususnya umat Kristiani di Kabupaten Kubu Raya untuk bergandeng tangan membangun kebersamaan.

Menurutnya dengan modal kebersamaan, akan mempermudah upaya membangun negara dan bangsa menuju kesejahteraan yang lebih baik. 

"Umat kristiani harus mampu hidup berdampingan di tengah kebinekaan masyarakat," ujar Hermanus.

Baca: Petakan Kerawanan Pemilu 2019, Kapolsek Kunjungi Panwascam Pengkadan

Baca: Pelaksanaan SKB di Sintang Selesai, BKPSDM Tunggu Hasil Rekap dari BKN

Menurut Hermanus, perbedaan pandangan dan cara menjalani kehidupan harus dipandang sebagai bagian dari fakta keberagaman di Indonesia. Dengan begitu menurutnya, keharmonisan antarkelompok, agama, ras, dan golongan dapat terjaga dengan baik. Ia menegaskan pentingnya menjaga toleransi di tengah kemajemukan bangsa Indonesia. 

"Meski berbeda-beda, tetapi selalu bisa menghargai dan menghormati satu sama lain. Selalu merasa saling bersaudara. Terlebih dengan tema Natal yang diangkat yakni ‘Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita’," katanya. 

Hermanus pun meminta umat kristiani untuk melaksanakan pesan Natal dalam kehidupan  sehari-hari. Menurutnya, Natal yang dilaksanakan setiap tahun membawa pesan yang seharusnya diresapi. Untuk kemudian dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Sudah seharusnya pesan Natal dilaksanakan. Sehingga kita tidak hanya berdoa tetapi juga bekerja sehingga Tuhan akan memberikan balasan-Nya,” ucap Hermanus

Baca: Jokowi Blak-blakan Sebut Isu Kriminalisasi Ulama hingga PKI Disiapkan Matang Lawan Politiknya

Hermanus juga mengingatkan umat kristiani akan bahaya hoaks atau berita bohong yang marak saat ini. Menurut dia, hoaks banyak tersebar melalui media sosial. Karena media sosial memang tidak bisa disaring. Sehingga siapapun bisa membuat berita atau informasi yang menyesatkan. Baik berupa tulisan, gambar, maupun video. 

"Karena itu jangan mudah percaya kepada informasi-informasi yang diterima sebelum mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Termasuk juga terhadap isu-isu sensitif yang menyangkut SARA," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved