Polsek Serawai Sita 2000 Batang Kayu Ilegal Milik Kades di Ambalau 

Saat di perjalanan, anggota melihat adanya rakit kayu yang sedang melintas di jalur perairan Sungai Melawi, Kecamatan Serawai.

Polsek Serawai Sita 2000 Batang Kayu Ilegal Milik Kades di Ambalau 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Barang bukti 2000 kayu yang diduga ilegal ini sedang dibawa ke Sintang dengan pengawalan anggota kepolisian Polsek Serawai dan Polres Sintang, Senin (10/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kapolsek Serawai, Ipda Rahmad Kartono bahwa pada Rabu 5 Desember 2018 yang lalu pihaknya telah menyita sekitar 2000 kayu ilegal berjenis kayu durian di sekitar perairan Sungai Melawi, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang. 

"Ditemukannya 2000 kayu ilegal ini bermula saat anggota kami melaksanakan patroli air yang dipimpin oleh Bripka Frengky F Simatupang mengunakan speed untuk mengecek debit air," ujar Ipda Rahmad, Senin (10/12/2018) pagi. 

Baca: Uskup Sintang Ingatkan Berhasil Membangun Gereja Ada Campur Tangan Tuhan

Baca: APBD 2019 Telah Disahkan, Bupati Sintang Instruksikan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan

Saat di perjalanan, anggota melihat adanya rakit kayu yang sedang melintas di jalur perairan Sungai Melawi, Kecamatan Serawai.

Kemudian anggota mengecek motor air dan menanyakan surat asal usul kayu yang dirakit. 

"Namun saat anggota kami periksa, motoris yang berinisial JO ini tidak dapat menunjukan dokumen kayu tersebut. Kemudian saya minta anggota untuk menambat rakit kayu tersebut dan melakukan interogasi awal," jelasnya. 

Setelah dilakukan intograsi awal terhadap JO di Mapolsek Serawai, diketahui kayu tersebut berjenis kayu durian berjumlah sekitar 2000 batang milik salah satu Kepala Desa di Kecamatan Ambalau berinisial MU. 

Atas dugaan tindak pidana illegal logging tersebut, pihaknya melaporkan ke pimpinan atas. Lalu Tim Tipiter Polres Sintang turun ke Polsek Serawai melakukan olah TKP dan melakukan gelar perkara awal di Polsek Serawai

"Kemudian diambil sampel BB kayu untuk dilakukan uji jenis kayu ke Dinas Kehutanan Provinsi dan kayu dibawa ke Polres Sintang untuk dilakukan pengukuran serta penghitungan jumlah batang serta kubikasi," katanya. 

Sementara itu, Kapolsek Serawai Ipda Rahmad Kartono menyatakan bahwa saat ini barang bukti 2000 kayu yang diduga ilegal ini sedang dibawa ke Sintang dengan pengawalan anggota kepolisian Polsek Serawai dan Polres Sintang. 

"Apabila terbukti adanya tindak pidana kehutanan, maka terhadap 2000 batang kayu tersebut akan dilakukan proses penyidikan lebih lanjut dan para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuataannya," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved