Dilema Kuliah atau Kerja Pada Pelajar, Berikut Paparan Mahasiswi IAIN Pontianak

Sejatinya, saat SLTP sudah harus dilakukan penyampaian mengenai perkuliahan dan dunia kerja bagi setiap siswa di sekolahnya

Dilema Kuliah atau Kerja Pada Pelajar, Berikut Paparan Mahasiswi IAIN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Mahasiswi Pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak, Wiji Artining Tiyas   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Pasti banyak siswa SMP dan SMA yang bingung memilih kuliah atau kerja. Dilema yang mereka alami ini pasti saja terjadi di usia–usia seperti mereka dan ini merupakan hal wajar yang terjadi,"terang Wiji Artining Tiyas, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Pontianak, berdasarkan rilis yang diterima Tribunpontianak, Senin (10/12/2018). 

Berbicara “Dilema Kuliah atau Kerja”. Wiji menjelas merupakan problema yang sering dialami pelajar. Namun, akan lebih baik jika mereka sudah memiliki planning kedepannya. 

"Tapi, apakah kalian tau ada banyak faktor yang membuat mereka dilema atau bahkan cenderung acuh terhadap hal ini," tambah Wiji.

Baca: Sambut Kedatangan Satgas Pamtas RI-PN‎ Yonif RK 644/WLS, Ini Pesan Asops Anwar

Baca: 12.12 Pesta Diskon - 5 Cara Mudah & Sederhana Agar Kamu Bisa Dapatkan Barang Incaran

Terdapat faktor luar dan dalam yang mempengaruhi satu di antaranya adalah minimnya pengetahuan terhadap info perkuliahan, aspek kerja, dan dunia kerja. 

"Sebelum kita masuk pada info perkuliahan, kita harus tau kapan informasi- informasi tersebut baik disampaikan pada siswa. Sejatinya, saat SLTP sudah harus dilakukan penyampaian mengenai perkuliahan dan dunia kerja bagi setiap siswa di sekolahnya," paparnya.

Wiji menegaskan alangkah lebih baik jika sosialisasi ini sudah dilakukan karena disana siswa dapat mempertimbangkan apakah kedepannya mereka akan melanjutkan perkuliahan, atau langsung mencari pekerjaan setelah lulus SLTA nanti dan mereka bisa mencari jalan keluar jika mereka berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. 

Menurutnya dengan dilakukan sosialisasi, setiap siswa dan orang tua dapat menyiapkan planning dan usaha terbaik mereka guna memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya.

Baca: Kaharudin: Bawaslu Terus Update Data Pemilih

"Semisal jika seorang siswa berasal dari keluarga kurang mampu, namun orang tua anak tersebut sangat menginginkan anaknya untuk masuk pada perguruan tinggi.Orang tua dan guru dapat memberikan semangat dan motivasi pada siswa tersebut terkait prestasi akademiknya," terangnya.

Wiji menambahkam sehingga siswa tersebut memiliki kemampuan yang baik untuk bersaing di dunia luar dan berpeluang mendapatkan beasiswa dari pemerintah atau perguruan tinggi terkait. Karena beasiswa memiliki cakupan yang cukup luas. 

Halaman
123
Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved