Bukan Kekerasan, Perkawinan di Bawah Tangan Mengancam Anak Hilang Haknya

H Slamet Pribadi menyampaikan di Sintang kasus kekerasan dan kriminalitas anak jumlahnya tidak signifikan.

Bukan Kekerasan, Perkawinan di Bawah Tangan Mengancam Anak Hilang Haknya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri Kegiatan Sosialisasi Program Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (6/12/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Anak Dinas KB Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, H Slamet Pribadi menyampaikan di Sintang kasus kekerasan dan kriminalitas anak jumlahnya tidak signifikan.

Meskipun demikian, di Sintang tetap memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Sebab di Sintang masih belum memiliki Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPID).

Berdasarkan berbagai kasus yang manjadikan anak sebagai korban, menurutnya didominasi oleh banyaknya anak yang kehilangan haknya karena hasil dari perkawinan di bawah tangan kedua orang tuanya yang tidak tercatat negara.

Baca: Kondisi Cuaca di Wilayah Sungai Jawi Cerah Berawan

Baca: Punya Segudang Prestasi, Atlet Difabel Alif Cuma Ingin Punya Usaha Ternak Ayam

"Akibatnya tidak terdata, sehingga korbannya anak. Susah membuat akte kelahiran, belum lagi kalau ada penuntutan hak asuh anak. Untung sekarang kita kerjasama dengan Dukcapil jadi nama anak bisa didampingkan dengan nama Ibunya," jelasnya, Senin (10/12/2018) pagi.

Satu di antara penyebab terjadinya perkawinan di bawah tangan juga akibat menikah di usia dini. Karena di undang-undang perlindungan anak, tidak diperbolehkan menikah di bawah usia 18 tahun. Hal ini juga membuat anak jadi korban.

"Sebenarnya berbenturan dengan undang-undang perlindungan anak, karena tidak boleh anak menikah di bawah 18 tahun. Namun di satu sisi, undang-undang agama bisa menikah di bawah 18 tahun," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved