Tjhai Chui Mie Sebut Penghargaan Kota Tertoleran Hasil Seluruh Masyarakat Kota Singkawang

Kota Singkawang didaulat menjadi Kota Tertoleran di Indonesia dengan skor 6.513...

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kota Singkawang meraih penghargaan peringkat pertama sebagai kota tertoleran di Indonesia dari Setara Institute. Penghargaan diberikan langsung Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kepada Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan di Jakarta, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Setara Institute merilis hasil penelitian yang mengukur soal promosi dan praktek toleransi di 94 kota di Indonesia pada tahun 2018.

Kota Singkawang didaulat menjadi Kota Tertoleran di Indonesia dengan skor 6.513.

Baca: Diduga Tak Kantongi Izin Siar, Radio Milik Dinas Pendidikan Singkawang Disegel

Baca: Deson Minta Pengusaha dan Perusahaan Jalankan Aturan UMK Singkawang

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan yang penting lagi FKUB sehingga bisa mendapatkan peringkat ini.

Masyarakat Kota Singkawang mampu menjaga hubungan baik antar umat beragama sehingga baru bisa Kota Singkawang mendapatkan prestasi ini.
"Penghargaan ini bukan hasil kami berdua saya dan pak Irwan, tetapi hasil seluruh masyarakat Kota Singkawang. Merekalah yang menjaga dan menunjukkan ini semua," katanya, Minggu (9/12/2018).

Chui Mie mengaku tak tahu aspek apa saja yang menjadi penilaian oleh Setara Institute sehingga menempatkan Kota Singkawang sebagai peringkat pertama kota tertoleran di Indonesia.

Namun dirasakan dalam berbagai momentum yang diewatin seperti Cap Go Meh bisa dilewatin dengan baik meski hari Jumat termasuk Ramadan Fair-nya dan ke depan Natal.

Ini menunjukkan saling menghargai antar umat beragama di Kota Singkawang.

Bukan hanya yang disampaikan atau wacanakan, tetapi di praktik kehidupan sehari hari sudah merasakan seperti itu.

Hal ini yang selalu disampaikan kepada masyarakat untuk menjaga harmonisasi yang sudah terjalin selama ini.

Dengan adanya kerukunan dan keharmonisan, bisa membuat masyarakat fokus bekerja.

Kemudian yang terpenting adalah masyarakat luas di luar Kota Singkawang yang ingin berinvestasi.

Mereka akan melihat dulu Kota Singkawang seperti apa. Baik keamanan, kepastian hukum, kecepatan dalam memberikan perizinan dan sebagainya.

"Ini yang bisa membuat investor bisa bernvestasi ke Kota Singkawang," tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Singkawang ini mengajak menjaga toleransi dengan melaksanakan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

4 pilar ini merupakan alat pemersatu dan penyangga yang kokoh untuk kesatuan dan persatuan Indonesia.

Di dalam inilah yang membuat Indonesia menjadi besar dan bersatu di dalam NKRI.

"Kalau masyarakat Indonesia khususnya Kota Singkawang bisa selalu ingat 4 pilar ini, saya yakin toleransi ini tetap bisa kita pertahankan di Kota Singkawang," tutur Chui Mie. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved