Liga 1 Indonesia

Bonek Tampilkan Koreo "Jangan Jual Harga Dirimu dengan Uang" di Laga Persebaya Vs PSIS

Bonek Tampilkan Koreo "Jangan Jual Harga Dirimu dengan Uang di Laga Persebaya Vs PSIS

Bonek Tampilkan Koreo
Instagram Liga 1
Bonek Tampilkan Koreo "Jangan Jual Harga Dirimu dengan Uang" di Laga Persebaya Vs PSIS 

Namun seiring berjalannya waktu, perlahan Bonek menunjukkan kedewasaanya dengan mendukung klub kebanggannya dengan tertib, terorganisir, kompak dan tidak anarkis.

Tidak hanya para remaja, mulai balita sampai yang tua baik laki-laki maupun wanita pun ada untuk menyaksikan klubnya bertanding.

Hal ini menunjukkan stigma Bonek yang semakin hari semakin lebih baik.

Eksistensi Bonek tidak hanya di Surabaya, melainkan juga di beberapa daerah di Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Baca: Mario Mandzukic Bawa Juventus Menang Atas Inter Milan, Ini Cuplikan Golnya

Baca: Prediksi Line Up Pemain Persebaya Surabaya Vs PSIS Semarang: Siaran Langsung (Live) Indosiar Liga 1

Kelompok suporter ini terkenal dengan loyalitasnya mendukung tim kesayangan dengan selalu menghadirkan ribuan suporter dimanapun klubnya berlaga.

Mengutip http://noenk69.blogspot.com, sekitar Agustus 2006, Bonek dijatuhi sanksi lima kali tidak boleh mendampingi timnya saat pertandingan away.

Ini menyusul ulah oknum Bonek yang memasuki lapangan pertandingan sewaktu Persebaya menghadapi Persis Solo di final divisi satu.

Ironisnya, tahun 2005, Persebaya justru rela dihukum terdegradasi ke divisi satu gara-gara mundur di babak 8 besar.

Pihak klub beralasan untuk melindungi Bonek agar tidak disakiti.

Baca: Hujan Gol, Arsenal Tahan Imbang Manchester United di Old Trafford

Baca: Hasil Lengkap Liga Inggris - Liverpool dan Tottenham Hotspur Perkasa, MU Imbang, Chelsea Kalah

Namun tidak selalu Bonek bertindak anarkis ketika kesebelasan Persebaya kalah.

Tahun 1995, saat Ligina II, Persebaya dikalahkan Putra Samarinda 0 - 3 di Gelora 10 November.

Tapi tidak ada amuk Bonek sama sekali.

Para Bonek hanya mengeluarkan yel-yel umpatan yang menginginkan pelatih Persebaya mundur.

Saat masih di Divisi I, Persebaya pernah ditekuk PSIM 1 - 2 di kandang sendiri.

Saat itu juga tidak ada aksi kerusuhan.

Padahal, jika menengok fakta sejarah, hubungan suporter Persebaya dengan PSIM sempat buruk, menyusul meninggalnya salah satu suporter Persebaya dalam kerusuhan di kala perserikatan dulu. (*)

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved