Praktisi Hukum Mempawah Setuju Sangkaan Pasal ke Pelaku Pembunuhan di Wajok

Polres Mempawah berhasil mengungkap misteri penemuan mayat di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah

Praktisi Hukum Mempawah Setuju Sangkaan Pasal ke Pelaku Pembunuhan di Wajok
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Supardi Pengacara Advokat di pengadilan Negeri Mempawah 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH - Polres Mempawah berhasil mengungkap misteri penemuan mayat di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah pada 28 November 2018 lalu atas nama Eko winarso.

Diungkapkan bahwa ternyata Eko Winarso merupakan korban pembunuhan oleh temannya sendiri yang berinisial SD (36) warga Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, yang pernah bekerja di satu perusahaan dengan korban, dengan menjadi kernet korban.

Kapolres Mempawah AKBP Didik Dwi Santoso, mengungkapkan bahwa Pembunuhan ini terjadi di hari Minggu, pada tanggal 25 November 2018 sekira pukul 18.00 WIB.

Didik mengungkapkan bahwa tersangka akan dikenakan dengan pasal pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian, yakni pasal 340, 338, 351 dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Baca: Ini Pengakuan SD saat Habisi Temannya, Simak Videonya

Sementara itu, Supardi seorang Penasehat hukim/ advokat di Pengadilan Negeri Mempawah mengungkapkan bahwa, pihaknya setuju terkait pengenaan pasal yang di kenakan oleh pihak kepolisian ke pelaku pembunuh tersebut.

"Bila alur kejadiannya benar sperti yang ada, maka saya sepakat terhadap pasal sangkaan yang di kenakan terhadap tersangka,"tuturnya. Saat di konfirmasi Tribun, Jumat (07/12/2018).

Iapun menjelaskan bahwa bila Dakwaan pasal 340 KUHP ancaman hukuman maksimal adalah hukuman mati atau seumur hidup, dan ditambah dengan pasal 365 terkait pencurian, maka akan menjadi pasal berlapis.

"Tinggal bagaimana unsur unsur pasal 340 nanti mampu dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam persidangan,"ujar Supardi.

Iapun mengungkapkan bahwa bila dirinya di posisi sebagai pengacara keluarga korban, dirinya akan berupaya untuk menggali fakta yang sesungguhnya untuk mengupayakan membuka tabir kebenaran.

"mengali fakta yang sesungguhnya, baik itu dilapangan maupun di saat pemberkasaan perkara sehingga di dapat fakta yang sesungguhnya, sehingga pihak hakim dapat memberikan hukuman yang setimpal,"tegasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved