COP24 Katowice Polandia

Badan Restorasi Gambut Paparkan Praktik Bertani Tanpa Bakar

Tercatat 259 desa dan kelurahan telah didampingi baik oleh BRG atau lembaga mitra.

Badan Restorasi Gambut Paparkan Praktik Bertani Tanpa Bakar
ISTIMEWA
Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri, berbicara tentang "Inisiatif Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis-desa Menuju Pencapaian Tujuan SDGs", di COP24, Katowice, Polandia, Kamis (06/12/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KATOWICE – Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim PBB atau Conference of the Parties (COP24)  di Katowice, Polandia, pada 2-14 Desember 2018 menggelar diskusi tentang praktik pertanian tanpa bakar, sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan ekosistem gambut.

Program Desa Peduli Gambut (DPG) dijalankan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) sejak 2017. Tercatat 259 desa dan kelurahan telah didampingi baik oleh BRG atau lembaga mitra.

“Program Desa Peduli Gambut bukan hanya mengajak para petani memanfaatkan lahannya dengan bertani tanpa bakar, tapi juga melalui fasilitator yang tinggal bersama masyarakat, difasilitasi integrasi kegiatan perlindungan gambut ke dalam rencana pembangunan desa. Alokasi dana desa dimungkinkan untuk mendukung keberlanjutannya,” kata Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri, melalui rilis hasil diskusi yang digelar oleh Kemitraan Partnership bertajuk Inisiatif Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis-desa Menuju Pencapaian Tujuan SDGs, Kamis (06/12/2018) .

Menurut dia praktik pertanian dengan membakar akan menimbulkan kerusakan ekosistem gambut. Dampaknya adalah berkurangnya daya dukung lingkungan.

Myrna memaparkan bahwa restorasi gambut erat terkait dengan tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).  Ketiganya adalah tujuan 13 mengenai penanganan perubahan iklim; tujuan 6 mengenai akses air bersih dan sanitasi, mendukung dan memperkuat partisipasi masyarakat lokal dalam memperbaiki pengelolaan air; serta tujuan 15 mengenai melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan ekosistem darat, termasuk menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.

 “Kegiatan restorasi gambut telah disertakan dalam rencana pembangunan desa jangka menengah di sebagian besar lokasi DPG. Desa-desa tersebut telah mengalokasikan anggaran mereka untuk mendukung kegiatan kelompok masyarakat peduli api, pelatihan pengrajin perempuan dan kelompok tani, pembangunan sekat kanal, revegetasi dan pengayaan demplot lahan pertanian tanpa bakar dan tanpa pupuk kimia”, demikian ditambahkan Myrna. (*)

Penulis: Dian Lestari
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved