4 Efek Samping Alat Kontrasepsi Spiral, Salah Satunya Kista ovarium

Efek Samping Alat Kontrasepsi Spiral, Salah Satunya Kista ovarium.Perangkat kontrasepsi berbentuk T...

4 Efek Samping Alat Kontrasepsi Spiral, Salah Satunya Kista ovarium
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
4 Efek Samping Alat Kontrasepsi Spiral, Salah Satunya Kista ovarium 

KB spiral pada dasarnya adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Ketika tubuh menolak, maka akan terjadi penyakit radang panggul.

4. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dapat terjadi karena pemasangan ini.

Kehamilan di luar kandungan berarti janin yang dikandung tidak mampu tumbuh dengan baik.
Jenis KB Spiral dan Perbedaannya
Ilustrasi
Ilustrasi spiral (Thinkstockphotos)
Ada berbagai pilihan alat kontrasepsi atau metode Keluarga Berencana (KB).
Salah satunya adalah KB spiral.
Alat kontrasepsi ini sering juga disebut intrauterine device (IUD). 
Umumnya berbahan dasar plastik dengan bentuk seperti huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim.

Sebelum memasukkan KB spiral ke dalam rahim, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen beberapa jam sebelum tindakan pemasangan untuk mengurangi nyeri.
Proses pemasangan KB spiral hanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit.
Pada alat ini terdapat tali yang akan menggantung dari leher rahim ke arah vagina.
Dilansir dari alodokter, berikut jenis-jenis alat kontrasepsi spiral. 

Jenis-Jenis KB Spiral
KB spiral ada dua jenis, yaitu KB spiral berlapis tembaga dan KB spiral yang mengandung hormon.
Berikut ini perbedaan antara keduanya:

KB spiral berlapis tembaga
KB spiral ini mengandung tembaga dan tidak mengandung hormon.
Efektif dalam mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan.

Cara kerja KB spiral ini dengan melepaskan unsur tembaga secara perlahan-lahan.
Selain menghalangi sel-sel sperma untuk naik dan mencapai sel telur, kandungan tembaga yang dilepaskan juga membuat sperma serta sel telur yang dibuahi, apabila sampai terjadi proses pembuahan, tidak dapat bertahan hidup di dalam rahim dan saluran telur.

KB spiral mengandung hormon
KB spiral jenis ini dilapisi oleh hormon progestin.
Hanya saja, efektivitas KB spiral hormon tidak seperti KB spiral tembaga.
Efektivitas KB spiral hormon adalah 3-5 tahun, tergantung merek.

Cara KB ini dalam mencegah pembuahan sel telur, yaitu dengan mencegah penebalan dinding rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak bisa berkembang.
KB ini juga bisa membuat leher rahim dipenuhi lendir yang lengket sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim.

KB spiral terutama diperuntukkan bagi wanita yang sudah pernah hamil.
Wanita yang belum pernah hamil biasanya akan lebih merasakan sakit dan kram setelah pemasangan KB spiral.
Kemungkinan KB spiral lepas juga lebih rentan terjadi pada wanita yang belum pernah hamil.
Meski begitu, KB spiral tetap bisa dijadikan pilihan.

KB ini juga cocok digunakan oleh ibu menyusui.
Namun disarankan untuk dipasang sekitar 1,5-2 bulan setelah melahirkan, setelah ukuran rahim kembali seperti semula.  (*/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NAKITA.GRID.ID)
Yuk Follow Instagram @tribunpontianak.

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved