Wahana Permainan Anak di Pantai Pulau Datok Terbengkalai, Begini Kondisinya Sekarang

Budi menambahkan sebaiknya wahana-wahana permainan itu dipindahkan saja bila tidak digunakan.

Wahana Permainan Anak di Pantai Pulau Datok Terbengkalai, Begini Kondisinya Sekarang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Area permainan anak yang terlihat tidak terurus di kawasan wisata Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kayong Utara, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Wahana permainan anak milik Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kayong Utara di kawasan wisata Pantai Pulau Datok, Sukadana, hingga saat ini belum difungsikan sejak dibangun beberapa bulan lalu.

Wahana permainan yang terdiri dari berbagai wahana, mulai perosotan, ayunan, hingga sejumlah peralatan olahraga itu terlihat tidak terurus.

Bahkan, gulma tampak tumbuh subur dan mulai menutupi beberapa wahana.

Seorang pedagang makanan di dekat area permainan itu, Syarifah mengatakan, keberadaan area permainan itu justru mengganggu kegiatan usaha mereka.

Baca: Kemeriahan Gelegar Anzon Akhir Tahun, Ada Hadiah Sepeda Motor

Sebab, area permainan tersebut dibangun di lahan parkir yang biasa digunakan oleh pengunjung.

Syarifah mengaku omzet usahanya menurun drastis sejak area permainan itu berdiri.

"Sekarang lahan parkirnye dah dibangun itu (area permainan), macam mane orang mau parkir lagi ke situ, pengunjung pun ndak ade lah, biasa yang parkir disitu orang pakai mobil, sekarang kite dapat ape?," katanya kepada Tribun, Senin (3/12/2018).

Di lain sisi, Syarifah mewakili pedagang-pedagang lainnya juga mengaku kerap kerepotan mengawasi anak-anak yang ingin bermain di area permainan tersebut.

"Kadang-kadang sampai ada yang manjat pagar, saking penasarannya anak-anak, kan pintunya digembok, dikunci, kalau sempat ade ape-ape sama anak-anak kite mane bise masuk nolong," imbuhnya.

Baca: Sempat Cerah, Hujan Guyur Jalan A Yani Pontianak

Pedagang lainnya, Budi menambahkan sebaiknya wahana-wahana permainan itu dipindahkan saja bila tidak digunakan.

Menurut Budi, pembangunan area permainan di lahan parkir itu kurang tepat karena dibangun di lokasi yang terpapar sinar matahari langsung.

Apalagi, kata Budi, keberadaan area permainan itu sejauh ini justru merugikan pedagang setempat, bukannya membantu mendatangkan pengunjung.

"Siape gak orang mau main bepanas-panas, makanye kita sarankan kalau ndak dipindah ya diurus lah, dibukakan sekali, kalau macam gini kan kumuh kesannye, rumput-rumput dah mulai panjang," pungkas Budi.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved