Pengamat Nilai Alasan Sulitnya Mengatasi Judi Online di Internet

Kendati demikian keberadaan judi online acap kali terasa sulit dilacak dibanding dengan judo konvensional.

Pengamat Nilai Alasan Sulitnya Mengatasi Judi Online di Internet
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory
Barang bukti judi online, uang tunai ratusan juta rupiah yang diamankan Polda Kalbar, Senin (3/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala UPT TIK Universitas Tanjung Pura, (Untan) Pontianak DR Heri Sujaini menjelaskan pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara judi online dan judi konvensional.

Kendati demikian keberadaan judi online acap kali terasa sulit dilacak dibanding dengan judo konvensional.

"Sama saja dengan judi konvensional, namun judi online akan lebih mudah berkembang dengan dibantu dengan medsos dan platform sosial media lainya," ujarnya.

Baca: Ratusan Juta Rupiah Turut Diamankan Polda Kalbar dari Kasus Perjudian Online

Baca: Inilah Empat Tersangka Judi Online Bola dan Togel yang Diamankan Polda Kalbar

Selain itu, keuntungan dari judi online jauh lebih besar dibandingkan dengan judi-judi konvensional.

Pada saat ini perkembangan judi online cukup berkembang, terdapat bebarapa website dan akun sosial media tertentu mempromosikan website yang menyediakan aktivitas judi online.

Heri mengatakan hingga saat ini belum ada aplikasi ataupun piranti lunak yang berhasil dibuat untuk men-take down website judi online secara otomatis.

"Belum ada sampai saat ini algoritma untuk mengatasi hal tersebut (take down website judi) hingga sampai 100 persen," ujarnya.

Akan tetapi saat ini perkembangan teknologi sedang menuju ke arah tersebut, meskipun belum berhasil penuh seratus persen.

Bahkan dari kominfo sendiri juga mengalami kesulitan untuk mengatasi, sebab membuat website saat ini sangat gampang.

"Bahkan jika kita mendownkan 100 website tertenu, dalam waktu satu menit seribu website bisa dibuat," ujarnya.

Nah itu juga menjadi masalah masalah bagi Kominfo. Heri menilai jika memang judi online itu bisa diberantas, harus dimulai dari kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

"Kalau tidak dimulai dari masyarakat akan terasa sulit. Harus terlebih dulu ditumbuhkan adalah tentang kesadaram dalam menggunakan internet," ujarnya.

"Emang harus dari masyarakat, kalau tidak dari masyarakat akan sulit terwujud," ujarnya. (dan)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved