Bupati Lakukan Kunjungan Safari Natal ke Sei Melayu Rayak

Kunjungan safari natal Bupati Martin Rantan SH M Sos beserta jajaran SOPD, dalam menyapa warga kecamatan pedalaman yang akan merayakan Natal

Bupati Lakukan Kunjungan Safari Natal ke Sei Melayu Rayak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Ketapang Martin Rantan, SH. M. Sos saat memberikan sambutan pada Pembukaan kejuaraan beregu tenis meja antar OPD se-Kabupaten Ketapang, Jumat (30/11). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kunjungan safari natal Bupati Martin Rantan SH M Sos beserta jajaran SOPD, dalam menyapa warga kecamatan pedalaman yang akan merayakan Natal tahun 2018, di pusatkan Gereja Carolus Borromeus, Temblina Sei Melayu Rayak, Minggu, (2/12/2018).

Dalam kunjungan tersebut Bupati Martin Rantan menyerahkan bantuan peralatan untuk keperluan Gereja, paket bahan makan, kepada umat di Gereja Carolus Borromeus, Temblina Sei Melayu Rayak, gereja KGBI Betlehem batu Bulan kecamatan Tumbang Titi, gereja Santo Yakobus kecamatan Pemahan.

Bupati Martin Rantan dalam sambutannya mengatakan makna safari natal Pemerintah Kabupaten Ketapang yang dilaksanakan pada hari ini adalah sebuah momen dan kesempatan Pemerintah kabupaten Ketapang datang untuk menyapa umat, menyapa rakyat.

Baca: Simak Tujuan Ombudsman Kalbar Diskusi dengan Jurnalis

“Merupakan peristiwa penting bagi pemerintah kabupaten Ketapang untuk memberikan dukungan, semangat kepada masyarakat kabupaten Ketapang khususnya umat kristiani yang mana hari ini merupakan minggu pertama adven yaitu adven perupakan masa penantian terhadap peristiwa kelahiran sang juru selamat Yesus Kristus," terang Bupati.

Dalam kesempatn tersebut Bupati menyampaikan pesan pemerintah untuk mengajak setiap umat beragama untuk melakukan tri kerukunan umat beragama.

Kerukunan yang pertama bagaimana internal umat beragama ini rukun, kerukunan yang kedua kerukunan antar agama, yang ketiga kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah contohnya Pemerintah datang dalam acara safari natal ini dan safari ramadhan dan acara agama lainnya.

Atas nama Pemerintah kabupaten Ketapang Bupati menyampaikan dan berharap agar sebagai masyarakat agar setiap ada perselisihan tidak membawa nama suku dan agama.

“Kalau ada perselisihan jangan dibawa atas nama suku dan agama kalau ini tidak dieleminir akan menjadi kerawanan sosial karena menyangkut unsur-unsur yang disebut SARA. marillah kita tetap menjaga situasi rukun dikabupaten Ketapang ini," himbau Martin.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved