DPRD Kalbar Minta Pemprov Kalbar Terus Galakkan Budaya Konsumsi Protein Hewani

Kalau masyarakat ekonomi menengah ke bawah tentu perlu jaminan harga murah sehingga bisa beli

DPRD Kalbar Minta Pemprov Kalbar Terus Galakkan Budaya Konsumsi Protein Hewani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji didampingi Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf (kaos merah) hadiri acara nyate dan ngebakso bareng Sutarmidji di halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (1/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota DPRD Kalbar Kadri menegaskan pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar harus terus galakkan budaya pentingnya konsumsi protein hewani dalam kehidupan sehari-hari.

Penggalakkan harus dilakukan melalui metode penyuluhan dan edukasi yang kreatif dan inovatif.

“Konsumsi protein hewani harus terus digalakkan khususnya bagi generasi muda. Generasi muda adalah pewaris masa depan. Konsumsi protein hewani guna memenuhi kebutuhan gizi agar nantinya tangguh dan cerdas,” ungkap Kadri, Minggu (2/12/2018).

Baca: Berikut Para Pemenang Lomba Mewarnai di Ramayana Pontianak

Kendati demikian, Kadri mengakui bahwa tidak semuanya masyarakat memiliki kemampuan ekonomi sama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani.

Adanya perbedaan daya beli masyarakat karena variasi penghasilan dinilai masih jadi tantangan.

“Karena kan tidak semuanya masyarakat mampu beli daging sapi, daging ayam atau telur ayam. Apalagi yang penghasilannya kecil. Di pedesaan dan kampung-kampung daya beli masyarakat rendah karena harga sawit dan karet terpuruk,” terangnya.

Baca: Hobi Mancing, Kapolsek Mempawah Hulu dapat Ikan Belidak Besarnya Capai 2 Kilogram

Terkait kenyataan ini, tentunya harus ada penanganan khusus dari pemerintah. Terutama dalam hal menjamin harga produk-produk hasil komoditas peternakan terkontrol dengan baik.

“Harga harus diawasi terus. Kalau masyarakat ekonomi menengah sih mampu saja. Kalau masyarakat ekonomi menengah ke bawah tentu perlu jaminan harga murah sehingga bisa beli,” imbuhnya.

Ia menimpali saat ini yang menjadi sumber pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat mayoritas adalah telur ayam. Sebab, harganya terjangkau dan murah.

“Ke depan, perlu ada kebijakan dan program strategis yang jelas untuk meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani di Kalbar. Minimal hasilnya bisa memenuhi keperluan lokal Kalbar dulu. Ketika hasilnya melimpah tentu masyarakat bisa menikmati dengan harga lebih murah dan terjangkau,” tandas Kadri.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved