Berburu Predikat Juara Kelas yang Jadi Kebanggaan Sekaligus Eksistensi

Karenanya, perebutan status juara kelas pun menjadi kompetisi yang seru di antara sesama siswa pemburu juara.

Berburu Predikat Juara Kelas yang Jadi Kebanggaan Sekaligus Eksistensi
Net
Ilustrasi Medali Emas 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Siapa yang tak bangga dan senang bila berhasil menjadi yang terbaik di kelas. Menjadi kampiun, dan menyandang predikat juara kelas.

Berada di posisi juara kelas ini tentunya jadi impian banyak pelajar. Tak heran, yang berhasil meraihnya pun jelas akan punya kebanggaan tersendiri.

Baca: Firman Muntaco Ajak Pemuda Melayu Jadi Pionir Ciptakan Pilpres dan Pileg Damai di Kalbar

Baca: Berenang di Kapuas Palace, Member Tribun Family Card Gratis Snack Box dan Soft Drink

Hanya saja, cuma ada satu tempat untuk satu orang dengan status juara kelas.

Karenanya, perebutan status juara kelas pun menjadi kompetisi yang seru di antara sesama siswa pemburu juara.

Prestise dan kebanggaan, tentu dengan sendirinya juga akan di dapatkan. Bahkan, status juara semacam ini pada beberapa orang bisa menjadi semacam bentuk pengakuan dan eksistensi di kelas.

Kira kerap mendengar 'joke' bahwa hanya ada dua tipe siswa yang akan selalu dikenang, bahkan setelah lulus sekolah. Pertama siswa yang paling nakal, dan ke dua adalah siswa yang paling cerdas dan pintar.

Siswa paling pintar akan dikenal dan dikenang karena berbagai prestasi dan pencapaiannya. Siswa yang paling nakal dikenal karena tingkah pola dan barangkali satu dua kenangan 'unik' ulahnya selama di sekolah.

Tidak perlu berbicara tentang orang-orang yang ada di dua titik ekstrim antara paling pintar dan paling nakal tersebut. Sebab, mereka punya tempat sendiri yang pada beberapa orang akan punya kesan, dan bagi sebagain mungkin saja sisanya akan terlupakan.

Situasi ini pada satu sisi tentunya sangat baik. Sebab, akan mendorong sekaligus membiasakan teman-teman semuanya untuk bisa berkompetisi, sekaligus punya jiwa kompetitif.

Jika ada hal yang paling layak dikompetisikan, tentu hal tersebut adalah hal-hal positif. Prestasi sebagai juara kelas, jadi satu di antaranya.

Kompetisi semacam ini juga akan membuat pelajar dihadapkan pada dua pilihan dalam mencapai tujuan.  Berkompetisi dengan baik secara gantle, atau melakukan tindakan tak terpuji semacam mencontek saat ujian dan sebagainya, yang tentu saja tak seharusnya dilakukan.

Sudah pernah merasakan tempat di posisi pertama kelas?. Atau ingin menjajal bagaimana rasanya?. Selamat berburu gelar juara kelas kawan-kawan semuanya.

By the way, beberapa sobat MeSchool kita punya pandangan unik loh soal juara kelas. Kuy, kita simak beberapa pendapatnya, Sabtu (10/12/2018). 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved