Penderita DBD di Ketapang Terus Meningkat, Imel:

Untuk penanganannya itu Dinas Kesehatan. Termasuk pembagian abate dan fogging. Rumah sakit hanya menyampaikan data ke dinas,

Penderita DBD di Ketapang Terus Meningkat, Imel:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Pasien DBD di RSUD. Agoesdjam Ketapang, yang menempati lorong rumah sakit akibat jumlah pasien yang melebihi kapasitas.   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di  Ketapang terus bertambah. Sejak September lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Agoesdjam Ketapang telah merawat lebih dari 100 pasien DBD. Namun, hingga saat ini belum ada korban jiwa dari penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Ruang Anak RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Imel, mengatakan sejak September lalu, penderita DBD yang dirawat di RSUD terus meningkat. Bahkan, peningkatan mencapai dua kali lipat.

 "September itu kita hanya merawat 16 pasien DBD saja. Di bulan Oktober meningkat menjadi 43 pasien," katanya, Kamis (29/11/2018).

Baca: 78 Personel Polres Sekadau Ikut Tes Psikologi Permohohan Senpi

Dia menambahkan, pasien DBD ini terus bertambah hingga saat ini. Bahkan, sampai 26 November, sudah ada 67 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

"Ini baru di RSUD, belum lagi di Rumah Sakit Fatima dan Anugerah Bunda. Karena di sini semua kamar sudah full," jelasnya.

Imel mengungkapkan, jumlah pasien DBD diperkirakan akan terus bertambah. Mengingat saat ini sedang musim hujan yang merupakan waktu berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti. 

Baca: Langgar Ketentuan, Bawaslu Kubu Raya Turunkan 83 Alat Peraga Kampanye

"Berdasarkan perkiraan, dimungkinkan jumlahnya masih akan terus bertambah. Karena memang trennya sedang meningkat. Mungkin sampai awal tahun," ungkapnya.

Pasien DBD yang dirawat di RSUD Agoesdjam pun berasal dari berbagai kalangan. Namun, paling banyak di dominasi pasien anak-anak. Domisili pasien juga beragam. Akan tetapi, kebanyakan berasal dari dalam kota. 

"Untuk penanganannya itu Dinas Kesehatan. Termasuk pembagian abate dan fogging. Rumah sakit hanya menyampaikan data ke dinas," paparnya.

Baca: Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Cempaka Lantai 2 Alami Penuruna Omzet

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Di antaranya tidak membiarkan ada genangan air hujan yang dapat menjadi sarang bagi nyamuk DBD.

"Nyamuk DBD ini menyerang di pagi dan sore. Sebisa mungkin lindungi anak-anak dengan lotion anti nyamuk. Dan yang terpenting lagi adalah menjaga kebersihan lingkungan," pesannya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved