BPBD Siap Berikan Bantian Material Bagi 19 Rumah Korban Angin Puting Beliung Rawasari

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak terus melakukan pendataan terhadap 19 rumah warga

BPBD Siap Berikan Bantian Material Bagi 19 Rumah Korban Angin Puting Beliung Rawasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Rumah Dewi Purnamasari (44)yang atapnya beterbangan disapu puting beliung dan dari pihak BPBD Kota Pontianak datang mendata kerusakan, Kamis (29/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak terus melakukan pendataan terhadap 19 rumah warga yang rusak disapu angin puting beliung di Gang Rawasari 1, Pontianak Kota.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Saptiko menyebutkan tim yang turun masih berada melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga.

Pendataan dilakukan, mengetaui berapa parah kerusakan yang dialami rumah warga dan mengetahui material apa yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memperbaiki rumahnya.

Baca: Peringati HUT Korpri, Ketua DPRD Mempawah Harap Ada Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Dari pendataan sementara, Saptiko menyebutkan 19 rumah dinyatakan rusak, baik rusak berat maupun ringan.

Manyoritas kerusakan berada dibagian atas atau atap rumah yang beterbangan dihantam angin puting beliung.

"Personel kami masih melakukan pendataan dilapangan, saat ini 19 rumah yang terdata mengalami kerusakan,"ucap Saptiko saat diwawancarai, Kamis (29/11/2018).

BPBD ditegaskannya akan memberikan bantuan pada korban yang rumahnya mengalami kerusakan.

"Pemberian makanan siap saji sudah kita lakukan sejak malam tadi, setelah dilakukan pendataan ini, kita akan berikan bantuan material seperti seng dan kayu sesuai hasil pendataan," kata Saptiko.

Sementara ini, BPBD belum menerima laporan dari warga lainnya yang mendapat musibah serbuan angin puting beliung.

Ia mengimbau pada seluruh warga apabila ada yang mengalami musibah serupa segera laporkan pada dinas terkait agar dapat ditindak lanjuti.

Baca: Penderita DBD di Ketapang Terus Meningkat, Imel:

"Belum ada laporan dari kelurahan atau warga didaerah lainnya. Hanya kemaren ada canopi cafe yang lepas di Jalan Sutomo, Gang Karya 1," tambahnya.

Saptiko mengimbau pada masyarakat, apabila terjadi angin kencang, jangan berteduh di bawah pohon, dekat tiang listrik atau papan reklame, karena sangat membahayakan.

"Warga harus rutin mengecek kekuatan atap rumah, kalau sudah lemah atau tidak kuat dipaku kembali atau solusi lainn," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved