2 Siswi Tewas Tenggelam

Yenny: Tewasnya Dua Siswi di Kolam Bekas Tambang Jadi Pelajaran Penting bagi Dunia Pendidikan

seharusnya yang digunakan adalah kolam renang yang memadai. Atau paling tidak, mendekati ideal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Korban siswi SMP yang tenggelam saat dievakuasi dari lokasi bekas galian di Desa Peniraman, Senin (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penggunaan fasilitas yang ideal dalam melaksanakan kegiatan yang beresiko dari segi safety menjadi hal penting. Karenanya, peristiwa tewasnya dua siswi MTs di Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, saat mengambil nilai pelajaran olahraga di kolam bekas tambang, disayangkan. 

"Pemilihan lokasi di kolam eks tambang untuk tes renang sebenarnya bisa dibilang sangat tidak layak. Karena pada umumnya, area bekas tambang itu adalah kawasan yang dikhawatirkan mengandung zat berbahaya, seperti merkuri dan sebagainya," ujar pengamat hukum sekaligus akademisi UPB Pontianak, Yenny AS, Rabu (28/11/2018).

Baca: Buka Sosialisasi Implementasi E-Kinerja ASN, Ini Pesan Wabup Effendi Ahmad

Ia menjelaskan, idealnya, seharusnya yang digunakan adalah kolam renang yang memadai. Atau paling tidak, mendekati ideal.

"Kalau tidak, lalu kemudian menggunakan kolam dari lokasi tambang, tentu itu mengkhawatirkan. Sebagaimana yang kita tahu, lokasi tambang itu identik dengan kawasan yang beresiko," sambungnya. 

Baca: Wabup Effendi: E-Kinerja Berfungsi Untuk Mengukur Kinerja Pegawai

Karena itulah, katanya, kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi pihak sekolah. Terutama dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar, sehingga bisa menghindari berbagai risiko yang tak diinginkan.

Pada satu sisi, katanya, memang ada tuntutan bahwa penyelenggaraan pendidikan, sekolah harus lebih aplikatif dalam menyelenggarakan pembelajaran. Tapi untuk menyelenggarakan itu, ketersediaan sarana dan prasarana memang menjadi hal yang cukup penting.

"Guru juga harus bijak dalam Mengakses sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pendidikan, disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia secara memadai. Kita berharap kasus ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini sudah terjadi, tinggal dijadikan pengalaman, dan mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan baik," pungkas Yenny.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved