Program Mengaji Sebelum Belajar, Dinas Pendidikan Sambas Sudah Buat Surat Edaran

H Sabhan mengatakan pihaknya sudah melaksanakan program mengaji sebelum belajar di setiap sekolah.

Program Mengaji Sebelum Belajar, Dinas Pendidikan Sambas Sudah Buat Surat Edaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Sejumlah santri Hisbah Al- Mizan pondok Tahfizh Quran sedang melaksanakan aktifitas pengajian dan hafalan Al-Quran, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Tanggapi pernyataan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas H Sabhan mengatakan pihaknya sudah melaksanakan program mengaji sebelum belajar di setiap sekolah.

Namun untuk saat ini baru sebatas himbauan dan belum di wajibkan. Meski demikian, Sabhan menjelaskan himbauan itu sudah di edarkan dalam bentuk surat edaran.

Dan mulai berlaku sejak surat edaran tersebut di edarkan ke setiap sekolah.

Baca: Cuaca Sintang Berpotensi Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas Diluar Rumah

"Yang kita lakukan saat ini adalah membuat surat edaran, dengan Nomor Surat 800/1924/Disdikbud. Tentang membaca kitab suci di lingkungan kerja dan sekolah," ujarnya, Rabu (28/11/2018).

"Surat edaran tersebut pelaksanaannya mulai berlaku sejak diedarkan," sambungnya.

Dalam surat edaran tersebut, Sabhan menjelaskan bahwa telah meminta agar semua sekolah di Kabupaten Sambas dan tenaga pendidik membaca Al-Qur'an dan kitab suci bagi yang non muslim.

Dengan waktu 5-10 menit setiap harinya, sebelum jam belajar di mulai. Ia juga menjelaskan bahwa untuk yang non muslim juga diharuskan untuk membaca kitab sucinya setiap sebelum jam belajar mengajar di mulai.

"Prioritas waktunya 5-10 menit sebelum jam pertama dimulai setiap hari dan tidak mengurangi jam pelajaran apapun," jelasnya.

Setelah diberikan surat edaran. Sabhan menambahkan, selanjutnya akan dilakukan pencanangan pembacaan kitab suci sebelum belajar, dan dalam pencanangan program tersebut direncanakan akan di canangkan oleh Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili.

Lebih lanjut ia mengatakan, selanjutnya program tersebut akan berlaku wajib apabila sudah di lakukan pencanangan oleh Bupati.

"Setelah pencanangan oleh Bupati, rencananya minggu depan (Pencanangan)," pungkasnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved