Pemilu 2019

Penyandang Disabilitas Mental, Zamhari: Saya Rasa Hak Suaranya Tidak Ada

Zamhuri jika pihaknya berharap aksesbilitas untuk para penyandang disabilitas dapat semakin baik.

Penyandang Disabilitas Mental, Zamhari: Saya Rasa Hak Suaranya Tidak Ada
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Provinsi Kalbar, Zamhari Abdul Hakim. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPD Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPDI) Provinsi Kalbar, Zamhari Abdul Hakim menilai baiknya penyandang disabilitas mental tak diberikan hak pilihnya.

Sebelumnya, dikatakan Zamhuri jika pihaknya berharap aksesbilitas untuk para penyandang disabilitas dapat semakin baik.

"Kalau yang 2014 dulu saya lihat cukup baik (aksesbilitas), sebenarnya untuk pilkada sudah cukup bagus, didaerah juga ada relawan dari penyandang disabilitas dan seharusnya begitu," ujarnya, Rabu  (28/11/2018).

Baca: Warga Siantan Heboh, Temukan Jasad Pria Misterius

"Jadi, disini kita untuk di Kota Pontianak, untuk TPS masih banyak yang tidak ramah disabilitas, dan saya garis besari untuk penyandang disabilitas mental saya rasa hak suaranya tidak ada. Jadi mereka tidak tau apa-apa kalau cacat mental," terangnya.

Zamhuri pun mengatakan, jika dirinya tak setuju jika penyandang disabilitas mental untuk menggunakan hak suara.

"Saya tidak setuju, penyandang disabilitas mental, jiwanya tidak ada, apapun yang kita berikan dia pasti tidak tau apa-apa, tidak bisa bedakan mana yang baik mana yang endak. Kalau menyatakan pemilih cerdas harus begitu, mereka yang cacat mental, sakit jiwa tidak boleh masuk, baru bisa dikatakan pemilih cerdas. Jika dimasukan untuk memilih sana juga membohongi masyarakat," tutupnya

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved