Mayat Pria Ditemukan Terapung di Sungai Kapuas Sintang, Ini Dugaan Penyebab Kematiannya

Mayat Pria Ditemukan Terapung di Sungai Kapuas Sintang, Ini Dugaan Kematiannya! 

Mayat Pria Ditemukan Terapung di Sungai Kapuas Sintang, Ini Dugaan Penyebab Kematiannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Warga Sungai Durian sempat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat terapung di depan sebuah steher di Jalan Brigjen Katamso, Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Sintang, Rabu (28/11/2018) pukul 11.15 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Warga Sungai Durian sempat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat terapung di depan sebuah steher di Jalan Brigjen Katamso, Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Sintang, Rabu (28/11/2018) pukul 11.15 WIB. 

Atas penemuan mayat ini, warga segera melaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Sintang Kota. Anggota yang mendapatkan laporan tersebut kemudian bergegas menuju ke TKP tempat penemuan mayat. 

Baca: Kenalan di Facebook dan Cabuli ABG, Andi Berurusan dengan Polisi

Kapolsek Sintang Kota, Iptu Ruslan Abdul Gani membenarkan kejadian tersebut. Saat ditemukan memang mayat sedang terapung dengan masih mengenakan baju dan celana, kemudian mayat segera di angkat ke atas. 

"Ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB. Anggota kita langsung menuju lokasi dan benar mayat sedang terapung. Kemudian kita angkat dan kita evakuasi bersama-sama anggota Satpol Air menuju ke RSUD Ade M Djoen," kata Abdul Gani.

Berdasarkan keterangan para saksi, kuat dugaan mayat pria tersebut bernama Mala (30). Namun saat ditemukan, polisi tidak menemukan adanya kartu identitas. Diketahui juga korban memang sering tidur di steher tersebut. 

Baca: Pelaku Jambret Nyaris Ditangkap Warga, Tarik Korban Hingga Terjengkang

"Saat dievakuasi kita tidak menemukan tanda pengenal pada korban. Tapi sari keterangan warga yang mengenal korban, diketahui bahwa korban memang mengidap penyakit ayan dan sering kambuh di steher tersebut," jelasnya. 

Kapolsek menambahkan bahwa saat ini pihaknya berkoordinasi dengan fungsi inafis untuk melakukan identifikasi. Sementara korban sudah dievakuasi ke RSUD Ade M Djoen untuk dilakukan Visum et Reperendum (VER). 

"Dengan kejadian ini kita mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di tepian Sungai Kapuas maupun Sungai Melawi tetap waspada. Karena debit air yang semakin naik. Jangan sampai terjadi lagi korban tenggelam," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved