Jika Gaji Guru Honorer Sesuai UMR, Azmar: Petunjuk BOS Perlu Ditinjau

Dirinya pun belum mendapatkan gambaran, jika benar diwujudkan, apakah pembiayaan gaji tersebut melalui APBD atau melalui BOS.

Jika Gaji Guru Honorer Sesuai UMR, Azmar: Petunjuk BOS Perlu Ditinjau
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menargetkan kenaikan gaji guru honorer di tahun depan, paling tidak para guru honorer dapat mengikuti kebijakan Upah Minimum Regional (UMR). 

Rencana kebijakan ini pun bermaksud dilakukan agar kesenjangan antara porsi kerja dan hasil yang didapatkan oleh guru honorer bisa merata dan adil. Sebab selama ini, gaji guru honorer terbilang sangat tidak sesuai. 

Baca: Dimekarkan, Bupati Rusman Ali Resmikan Desa Simpang Raya

Terkait wacana tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sintang, Lindra Azmar menyampaikan bahwa dalam tiap kesempatan rapat koordinasi belum pernah mendengar wacana tersebut. 

"Kita belum pernah dengar, barangkali ada  keinginan Pak Menteri mempertimbangkan karena kekurangan guru di daerah. Artinya teman teman yang sudah honor selama ini dipertimbangkan untuk kesejahteraannya. Saya kira itu positif saja semoga terwujud," katanya, Rabu (28/11/2018) pagi. 

Dirinya pun belum mendapatkan gambaran, jika benar diwujudkan, apakah pembiayaan gaji tersebut melalui APBD atau melalui BOS. Sebab selama ini, yang dibiayai lewat APBD hanyalah guru honorer kontrak daerah.

Baca: DPRD Sambas Minta Dinas Pendidikan Segera Laksanakan Program Mengaji Sebelum Belajar 

Sementara untuk guru honorer sekolah, pembiayaan gaji melalui dana BOS. Sehingga belum diketahui, apakah kedua-duanya dinaikan, atau hanya guru honorer kontrak daerah yang melalui dana APBD yang dinaikan. 

"Kalau pemerintah daerah saya rasa tidak mampu untuk membantu yang guru honorer sekolah itu disamakan dengan UMR. Kalaupun itu tadi tetap didanai BOS, kita tunggu untuk petunjuk BOS 2019. Bila perlu ada aturan khusus untuk yang dibayar sesuai UMR, sehingga tidak membuat kecemburuan sosial antara status guru-guru yang ada di sekolah," lanjut Azmar.

Baca: Tari Nyauk Air di Acara Puncak HUT BKCU Kalimantan, Tonton Videonya

Lindra menambahkan bahwa di Sintang saat ini jumlah keseluruhannya ada sekitar 3000. Namun sekitar 2000 lebih adalah guru honorer sekolah dan guru honorer kontrak daerah. 

Dalam beberapa waktu ke depan pihaknya juga akan berencana mendata ulang guru honor sekolah atau guru tidak tetap (GTT). 

"Saya tidak mau ada guru fiktif di sekolah karena dibiayai oleh biaya operasional. Nanti kepala sekolah membuat pernyataan menerangkan guru honor itu benar mengajar dari tahun sekian sampai sekian," pungkasnya

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved