Sikapi Pemilih ODGJ, Besok KPU dan Bawaslu Kota Pontianak Akan Sambangi RSJ Sungai Bangkong

Bukan hanya sebatas itu, Deni mengharapkan pihak rumah sakit jiwa bisa memberikan data pasien yang melakukan rawan jalan.

Sikapi Pemilih ODGJ, Besok KPU dan Bawaslu Kota Pontianak Akan Sambangi RSJ Sungai Bangkong
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HAMDAN
KPU Kota Pontianak melakukan rapat koordinasi bersama dengan RSJ Sungai Bangkong, Bawaslu Kota Pontianak dan para peserta pemilu dari partai politik terkait pemilih disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Selasa (27/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - KPU Kota Pontianak melakukan rapat koordinasi bersama dengan RSJ Sungai Bangkong, Bawaslu Kota Pontianak dan para peserta pemilu dari partai politik terkait pemilih disabilitas mental atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Anggota Bawaslu Kota Pontianak Deni Nuliadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak RSJ Sungai bangkong untuk memastikan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)

Baca: RRI Ikrarkan Diri Jadi Radio Pemilu 2019

Baca: Terkait ODGJ Masuk DPT, Bawaslu Kota Pontianak Tunggu Rakor KPU RSJ Sungai Bangkong

"Tadi berdasarkan dari Humas Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong belum bisa memberikan angka pasti, namun yang dirawat inap di RSJ tersebut ada sekitar 100an orang," ujarnya saat pertemuan di Aula Kota Pontianak, Selasa (27/11/2018)

Ia menyatakan dari jumlah tersebut hanya ada beberapa orang di antaranya memang mengalami gangguan jiwa berat dan ada juga yang mengalami gangguan jiwa ringan. 

"Nah itu nantinya tergantung hasil kunjungan kita ke RSJ Sungai Bangkong. Besok (Rabu (28/11/2018)) kami akan datang ke RSJ untuk memastikan jumlah tersebut dan tentunya harus ada rekomendasi dari dokter kejiwaan mana saja pasien dengan gangguan jiwa berat dan ringan," ujarnya. 

Bukan hanya sebatas itu, Deni mengharapkan pihak rumah sakit jiwa bisa memberikan data pasien yang melakukan rawan jalan.

Karena berdasarkan informasi dari rumah sakit sendiri secara berkala ada juga pasien RSJ teridentifikasi merupakan warga kota pontianak yanf melakukan rawat jalan.

"Yang rawat jalan tersebut berdasarkan informasi RSJ ada juga yang mengalami gangguan jiwa berat," ujarnya. 

Kendati demikian, Deni menjelaskan bahwa data pasien dengan ODGJ juga memperhatikan kode etik yang sangat dijaga oleh pihak rumah sakit. Data tersebut merupakan kategori data yang dikecualikan. 

"Nah hal-hal itu akan menjadi pembicaraan yang akan kita lakukan besok. Data tersebut penting bagi kami guna memastikan bahwa DPT kita bisa menjamin hak pilih warga negara Indonesia dan membuat DPT kita menjadi bersih," ujarnya. 

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved