Nanga Tayap Keluar Sebagai Juara Umum Pentas Seni Budaya Dayak

Yulianus juga menjelaskan tentang rencana Bupati Ketapang Martin Rantan, SH. M. Sos untuk menerbitkan Kitab Hukum Peradilan Adat Dayak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Ketua Pelaksana kegiatan Raker Pentas Seni Budaya Dayak dan Pameran VI Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang 2018, sekaligus selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ketapang, Drs. Yulianus. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pada kegiatan tahunan Raker Pentas Seni Budaya Dayak dan Pameran ke VI Dewan Adat Dayak Ketapang 2018, Kecamatan Nanga Tayap keluar sebagai juara umum pada kegiatan yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 22 hingga 25 November kemarin.

Pengumuman juara diumumkan pada acara Penutupan yang digelar di Taman Budaya Pendopo Bupati Ketapang pada Minggu malam, (25/11/2018).

Baca: Lestarikan Budaya, Digelar Kejuaraan Menyumpit Dandim 1203 Ketapang Cup 2018

Baca: BMKG Prediksi Kayong Utara dan Ketapang Diguyur Hujan Malam Ini

Selaku Ketua Panitia pelaksana Raker Pentas Seni Budaya Dayak dan Pameran VI Dad Ketapang 2018, Drs. Yulianus, mengatakan bahwa selama kegiatan berlangsung peredaran ekonomi pada Pameran VI Dewan Adat Dayak yang berlangsung di Taman Budaya Pendopo Bupati Ketapang mencapai kurang lebih Rp. 2 Milyaran yang terdiri dari ratusan stan.

"Kemaren dari informasi yang saya dapatkan dari koordinator pameran, satu malam itu untuk satu stan bisa mencapai Rp. 5juta. Dan itu terdiri dari stan PKL yang berjumlah 103 stan, dari stan swasta ada 19, stan Kecamatan ada 13, dan dari Dad Kabupaten ada 1. Jadi total semua ada 136 stan yang kalikan saja itu lah perputaran uangnya selama 4 hari kegiatan tersebut," ucap Yulianus, saat dikonfirmasi Senin (26/11).

Selanjutnya Yulianus juga menjelaskan tentang rencana Bupati Ketapang Martin Rantan, SH. M. Sos untuk menerbitkan Kitab Hukum Peradilan Adat Dayak yang berasal dari 9 ajaran sungai masyarakat adat Dayak Kabupaten Ketapang.

"Mengenai rekomendasi tersebut nanti kita akan bentuk tim perumusnya, kita akan mencari orang-orang yang ahli dan paham mengenai kitab 9 ajaran sungai masyarakat adat Dayak Kabupaten Ketapang," sebut Yulianus.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved