Muslimin Harap Revisi Perda Burung Walet Dapat Tingkatkan PAD

Dari Rp 50 juta yang ditargetkan, tetapi hingga Oktober baru terealisasi sekitar 10 persen.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang, Muslimin saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Jalan Firdaus, Kamis (28/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang, Muslimin mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pajak burung walet tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Dari Rp 50 juta yang ditargetkan, tetapi hingga Oktober baru terealisasi sekitar 10 persen.

"Hal ini dikarenakan ada aturan regulasi yang mesti diselesaikan oleh Pejabat Asisten II Setda Kota Singkawang," katanya, Senin (26/11/2018).

Baca: Peserta Akui Banyak Belajar Dari Inkubator Bisnis Swabina Poltesa

Terkait dengan Perda sarang burung walet, katanya, seharusnya sudah dilakukan revisi Perda tentang sarang burung walet.

Pihaknya sudah mengingatkan ke leading sektor di Sekretariat Daerah agar Perda yang sebelumnya mengatur tentang pajak sarang burung walet harusnya di revisi.

"Karena kalau tidak segera di revisi, maka untuk ke depannya dikhawatirkan tidak akan bisa mencapai target yang ditetapkan," tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved