Apindo Kalbar Nilai UMK 2019 Sudah Ideal

Pada rumus baru kata Acui ditambahkan komponen pertumbuhan ekonomi sehingga lebih menjadi kesejahteraan pekerja.

Apindo Kalbar Nilai UMK 2019 Sudah Ideal
NET
upah minimum kabupaten UMK 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pontianak, Andreas Acui Simanjaya menilai formula penghitungan upah sehingga menghasilkan UMR dan UMK 2019 sudah sangat ideal.

UMK Kota Pontianak kata Acui sudah diputuskan melalui Penetapan Surat Keputusan Gubernur Kalbar nomor 579/DISNAKERTRANS/2018 tentang UMK Tahun 2019.

Baca: MPA Diharapkan Tingkatkan Kemandirian Desa Hadapi Karhutla

Baca: Kejari Ajak Masyarakat Pro Aktif Memberikan Informasi Terhadap Tindak Pidana Korupsi

Acui mengatakan pengusaha sepakat dengan angka tersebut dan bertekad menjalankan kesepakatan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi Kalbar.

Selama penetapan menggunakan rumus yang di tetapkan pemerintah ia pikir sudah paling ideal untuk kedua belah pihak yaitu pemberi upah dalam hal ini perusahaan dan pihak tenaga kerja.

"UMK Kota Pontianak tahun 2019 merupakan hasil rapat Dewan Pengupahan Kota Pontianak yang anggotanya terdiri dari unsur pengusaha, serikat pekerja dan juga berbagai instansi pemerintah, angka Rp2,318,000 merupakan angka yang di hasilkan dengan mengunakan rumusan sesuai peraturan pemerintah tentang penetapan UMK," ujar Acui, Senin (26/11/2018).

Ia menjelaskan UMK adalah nilai minimal gaji yang di bayarkan untuk pekerja tahun pertama bekerja dan lajang. UMK sebagai jaring pengaman untuk batas paling bawah gaji karyawan di Kota Pontianak. Untuk karyawan yang bekerja diatas 1 tahun tergantung kebijakan perusahaan yang menentukan gaji karyawan dengan batas paling bawah yaitu UMK tahun berjalan.

"Saya berharap kesejahteraan karyawan yang baik akan meningkatkan produktivitas dan pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi tahun mendatang yang angka nya akan di gunakan sebagai faktor dalam rumusan menentukan UMK tahun berikutnya," ujarnya.

Melalui SK Gubernur dijelaskan UMK Pontianak Tahun 2019 sebesar Rp2,318,000. Upah Minimum Kota Pontianak sebagaimana dimaksud adalah upah bulanan terendah yang diterima oleh pekerja untuk waktu 40 jam seminggu bagi pekerja yang bekerja 6 hari seminggu atau 8 jam sehari bagi pekerja yang bekerja 5 hari seminggu.

Bagi pekerja buruh yang masa kerjanya lebih dari 1 tahun diberikan upah sesuai dengan struktur dan skala upah.

Halaman
123
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved