Breaking News:

Harga Kelapa Turun, Elfizar Sarankan Diolah jadi Produk yang Tahan Lama

Pertama karena buah melimpah sementara pasar kurang, sehingga harga turun

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Buah kelapa 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Harga buah kelapa di Kubu Raya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kepala dinas ketahanan pangan, perkebunan dan peternakan Kubu Raya, Elfizar Edrus mengatakan harga buah kelapa saat ini hanya berkisar dibawah seribu rupiah perbuah. 

"Kalau harga normal itu berkisar di 2500, nah sekarang ini mengalami terjun bebas yang hanya dibawah 1000 rupiah perbuahnya," ujarnya.

Baca: Putri Aisyah Tewas di Tangan Ayah, Hamisha: Tak Menyangka Suami Saya Seperti Itu

Menurut Elfizar banyak faktor yang mempengaruhi turunnya harga buah kelapa di Kubu Raya ini. Satu diantaranya menurut dia tidak adanya pasar besar yang menampung hasil bumi tersebut. 

"Pertama karena buah melimpah sementara pasar kurang, sehingga harga turun. Kedua karena buah kelapa ini belum menjadi komoditas strategis seperti kelapa sawit misalnya, ini juga mempengaruhi harga," ungkap Elfizar Edrus.

Menurut Elfizar Edrus, banyak masyarakat khsusunya di Kakap dan Batu Ampar yang mengandalkan komunitas ini sebagai mata pencaharian. Karena itu ia menyarankan kepada masyarakat agar mengolah buah kelapa menjadi produk yang lebih tahan lama. 

"Kita selalu monitoring ke lapangan namun memang sejauh ini belum ada gejolak di masyarakat. Kami menyarankan agar buah kelapa ini bisa diolah agar lebih tahan lama mislanya menjadi kopra, sehingga ketika harga turun ini bisa di simpan dulu," katanya

Kemudian ia mengharapkan koperasi dan Gapoktan juga berperan aktif membantu masyarakat yang berkebun kelapa ini. 

Baca: Video Karnaval Budaya di Peringatan HUT ke-113 Desa Sungai Rengas

"Kita dorong juga koperasi dan gapoktannya untuk membantu mengolah atau menampung buah kelapa ini. Biasanya koperasi ada dana talangan jadi masyarakat bisa terbantu juga ketika harga buah kelapa turun seperti ini," tutur Elfizar Edrus.

Menurutnya sejuah ini untuk daerah yang memang sudah turun temurun menjadikan hasil perkebunan buah kelapa menjadi mata pencaharian memiliki solusi untuk mengatasi turunnya harga ini. 

"Kalau mereka yang sudah terbiasa dengan naik dan turunnya harga kelapa, seperti di Batu Ampar dan Sungai Kakap mereka bisanya dibantu penampung di daerah tersebut. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari mereka masih bisa tercukupi," tutup Elfizar Edrus.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved