Konsultasi Publik RAD-KSB, Pemkab Sintang Dukung Terwujudnya Sawit Berkelanjutan

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan sambutan Bupati Sintang. Abdul menjelaskan bahwa peran dan kontribusi sub sektor

Konsultasi Publik RAD-KSB, Pemkab Sintang Dukung Terwujudnya Sawit Berkelanjutan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Sintang, Abdul Syufriadi mewakili Bupati Sintang membuka kegiatan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Sintang di Hotel My Home, Kamis (22/11/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Sintang, Abdul Syufriadi mewakili Bupati Sintang membuka kegiatan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Sintang di Hotel My Home, Kamis (22/11/2018) pagi.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Sintang dengan WWF Indonesia sehubungan dengan pembahasan draft akhir Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Baca: BPJS Kesehatan Sintang Tingkatkan Mutu Pelayanan Melalui Forum Kemitraan

Baca: Pemkab Sintang Serahkan Rp 216 Juta Bonus Atlet Berprestasi

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan sambutan Bupati Sintang. Abdul menjelaskan bahwa peran dan kontribusi sub sektor perkebunan selama ini menunjukkan hasil positif dalam mendukung pembangunan.

"Khususnya sektor pertanian dan secara umum pembangunan nasional, baik berperan langsung terhadap pendapatan produk domestik bruto (PDB), penyedia lapangan kerja, dan sumber pendapatan masyarakat," jelasnya.

Untuk Kabupaten Sintang sendiri struktur perekonomian masih didominasi oleh tiga sektor ekonomi yaitu pertanian, perdagangan dan konstruksi. Peran ketiga sektor ini mendominasi pembangunan hingga 55,03 persen.

"Sektor pertanian termasuk sub sektor perkebunan memberikan kontribusi terbesar yaitu 23,46 persen dan antara sektor tersebut memiliki keterkaitan terhadap sektor lainnya," jelas Abdul.

Kelapa sawit sampai saat ini masih menjadi andalan komoditas dalam subsektor perkebunan yang menjadi penopang perekonomian bagi masyarakat pekebun dan memberikan dampak terhadap perkembangan wilayah serta perekonomian di Kabupaten Sintang.

Selain itu, kelapa sawit juga memberikan memberikan dampak kepada secara kehidupan sosial dan lingkungan. Sehingga dalam penanganannya tidak bisa parsial dan membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak.

Oleh karenanya, atas inisiasi WWF-Indonesia dan dukungan dari para pihak di Kabupaten Sintang ini telah terbentuk forum multi stakeholder yang telah berproses sejak dikeluarkan Keputusan Bupati Sintang Nomor 525/305/KEP-DISTANBUN/2018 tentang pembentukan forum kelapa sawit berkelanjutan ini.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved