Zaini: Mengandalkan Data Statistik, Banyak Program Kemiskinan tak Tepat Sasaran

Sehingga semua kegiatan program penanganan kemiskinan baik beras miskin semuanya melalui data statistik

Zaini: Mengandalkan Data Statistik, Banyak Program Kemiskinan tak Tepat Sasaran
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Camat Sungai Ambawang, Muhammad Zaini 

Laporan Wartawan Tribun Ppontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Camat Sungai Ambawang, M Zaini menyambut baik adanya Sosialisasi Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang menjadikan data kemiskinan lebih baik dan terpadu.Menurutnya selama ini data kemiskinan yang digunakan masih menggunakan data statistik.

"Kita sangat mengharapkan sosialisasi tentang data kemiskinan ini, karena bagaimanapun data kemiskinan sumber datanya selama ini dari badan pusat statistik. Sehingga semua kegiatan program penanganan kemiskinan baik beras miskin semuanya melalui data statistik," ujar Zaini, Rabu (21/11/2018).

Diakui olehnya data kemiskinan di lapangan sifatnya dinamis, sehingga dapat berganti setiap saat. Sementara itu jika menggunakan data statistik diakuinya dalam pemutakhiran data memerlukan waktu yang cukup lama.

"Nah mereka ini dari statistik melakukan pendataan secara berkala yang periodenya panjang. Sementara kondisi riil di lapangan ini dinamis, bisa saja yang mampu tiba-tiba masuk ke kriteria miskin, begitu pula sebaliknya," katanya.

Baca: Ria Norsan Tegaskan Pemprov Welcome Bagi Investor Asing, Ini Syaratnya

Bahkan diakuinya hal tersebut terbukti kecamatan Ambawang yang pergantian status masyarakat sangat dinamis.

"Contohnya terkadang masyarakat yang bekerja di bidang perkebunan dan pabrik tiba-tiba mengalami pengurangan tenaga kerja, maka yang putus kerja ini kan langsung masuk kriteria orang miskin, nah itu yang dinamis. Tidak menutup kemungkinan pula yang awalnya miskin menjadi mampu, ada contohnya kepala desa kita awalnya mungkin dianggap kurang mampu tapi ketika menjadi kepala desa maka lepas dari kriteria miskinnya," ungkapnya.

Karena itu ia sangat mengharapkan pihak RT, Desa dan kecematan dilibatkan dalam pendataan masyarakat miskin ini. Karena menurutnya yang mengerti dan memahami betul kondisi masyarakat tentu masyarakat di wilayah tersebut.

Baca: Pemkab Sintang Serahkan Rp 216 Juta Bonus Atlet Berprestasi

"Maka kita harapkan bisa mengubah data masyarakat misikin ini sepanjang itu riil di lapangan karena yang lebih tau itu di tingkat RT, RW dan Desa. Kita sangat membutuhkan sosialisasi ini, karena dimasyarakat, aparat desa tau persis kriteria orang miskin," tutrnya.

Sejauh ini pihaknya telah berusaha untuk mencarikan solusi terkait program kemiskinan yang tidak tepat sasaran karena data statistik yang tidak akurat. Tentunya menurut dia solusi ini telah melalui musyawarah semua pihak agar tidak terjadi keributan di lapangan.

"Selama ini untuk mengatasi hal tersebut pihak desa mengambil kebijakan dengan bermusyarawah dengan masyarakat penerima bantuan tersebut agar yang tak terdata juga bisa menikmati program tersebut. Misalnya program beras miskin yang seharusnya satu orang itu menerima 15 Kg, bisa hanya mendapat 7,5 Kg atau 5 Kg karena harus dibagi dengan dua hingga tiga orang yang belum terdata," tuturnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved