Henri Ajak Masyarakat Sintang Perkuat Nilai Persatuan dengan Wawasan Kebangsaan 

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat jangan sampai lengah dan tidak menganggap ini sebagai suatu ancaman yang serius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Kegiatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda di Kabupaten Sintang di Balai Ruai, Rumah Jabatan Bupati Sintang, Senin (19/11/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Asisten II Perekonomian Setda Sintang, Hendri Harahap membuka kegiatan Peningkatan Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda di Balai Ruai Sintang, Senin (19/11/2018) kemarin. 

Dalam sambutan Henri menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai suku, agama, kelompok sosial dan ras, seperti halnya Kabupaten Sintang. Sebab itu, kegiatan ini sangat diperlukan. 

Baca: Kesbangpol Gelar Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Tokoh Masyarakat di Sintang

Baca: Terkait Wacana Sistem Ranking, BKPSDM Sintang Tunggu Surat dari BKN

"Peningkatan terhadap wawasan kebangsaan sangat penting. Apalagi kurikulum wawasan kebangsaan saat ini dinilai sangat kurang mulai dari pendidikan di tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi," jelasnya. 

Selain itu, kebebasan informasi yang saat ini terkadang kebablasan kerap kali menimbulkan berita-berita hoax.

Termasuk yang bersifat ujaran kebencian dengan membawa unsur agama, suku, dan kepercayaan. 

"Wawasan kebangsaan bagi masyarakat ini sangat penting untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terutama bagi generasi muda untuk membangun jati diri serta menjalin persatuan dan kesatuan," katanya. 

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat jangan sampai lengah dan tidak menganggap ini sebagai suatu ancaman yang serius. Sebab nilai-nilai kesatuan dan persatuan harus dijunjung agar negara tetap kokoh. 

"Sebab negara kita yang besar ini terdiri dari berbagai pulau, berbagai suku dan agama sehingga rentan jika tidak dilindungi oleh nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Tentu harus kita cegah, jangan sampai ada konflik," pungkasnya. 

Sementara itu, satu di antara pemuda di Kabupaten Sintang, Diki membenarkan bahwa saat ini kerap dimunculkan berita-berita hoax oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memunculkan konflik. 

"Berita-berita hoax seperti di facebook, twitter, instagram memang biasa saya lihat. Korban berita hoax ini pengguna medsos yang sebenarnya tidak tahu-menahu tapi seakan sangat mengetahui berita tersebut," katanya. 

Sebagai generasi muda yang cerdas, menurutnya jika ada berita-berita yang berbau sensitif dan tetindikasi memunculkan konflik, apalagi membawa-bawa suku dan agama sebaiknya tidak begitu saja dipercaya. 

"Kalau menurut saya lebih baik cari tahu dulu kebenarannya, jangan kita ikut terpancing emosi. Apalagi jika berita tersebut berisi ajakan untuk membenci atau berselisih. Sebaiknya kita tidak ikut berkomentar apalagi membagikan," jelasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved