Sebelum Salah Tembak, Tersangka Sempat Usap Muka Korba Tiga Kali

Tersangka dugaan salah tembak di Kecamatan Sajingan Besar, Sako mengatakan bahwa betul dirinya yang melakukan penembakan.

Sebelum Salah Tembak, Tersangka Sempat Usap Muka Korba Tiga Kali
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra (Baju Coklat) dan Kasat Reskrim Polres Sambas AKP Raden Real Mahendra (Baju putih) saat menyampaikan keterangan dihadapan awak media, terkait dugaan kasus salah tembak di Sajingan Besar, dan menunjukkan barang bukti, Senin (19/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Tersangka dugaan salah tembak di Kecamatan Sajingan Besar, Sako mengatakan bahwa betul dirinya yang melakukan penembakan.

Menurutnya, saat untuk ia dan adiknya sedang pergi untuk membuka lahan. Tapi sebelum sampai ke lokasi, mereka berburu terlebih dahulu.

"Saya dengan adik saya sebenarnya mau pergi ke kebun buka lahan. Lalu kami bermalam, di malam kedua hari Rabu kami pergi berburu dan pergi sekitar jam 2 siang," ujarnya, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, ia berburu di hari kedua itu sangat jauh dari pondok. Dan berjalan kurang lebih dua jam lamanya.

Baca: Kisah Penumpang Pesawat, Kesedot Keluar Jendela Yang Pecah Saat Mengudara

"Jauh dari pondok kami ke lokasi kejadian. Saat itu, saya berjalan ada lihat bekas kaki Babi sekitar jam lima sore. Saya berjalan kurang lebih 20 meter (Mengikuti jejak) ada kayu goyang-goyang itu pohon kayu. Saya berpikir itu beruang atau manusia, lalu saya usap muka saya sampai tiga kali. Teliti saya," paparnya.

"Kebetulan dia pakai baju hitam, celana hitam pas ketiganya saya masih lihat itu beruang. Dan saya tembak, dia terjatuh dan senapan dia pun berbunyi entah kemana arahnya. Saya hampir bunuh diri setelah tahu itu manusia," tuturnya.

Sako mengaku dirinya hampir bunuh diri setelah tahu itu adalah manusia yang ia tembak. Padahal menurutnya, dirinya sudah teliti dan sempat mengusap mukanya selama tiga kali sebelum melepaskan tembakan.

Setelah itu, Sako membuang selongsong senjata api miliknya. Dan kembali ke pondok lalu mengajak adiknya pulang pada malam itu juga ke kampungnya.

"Lalu saya buang selongsong saya, dan kembali ke pondok lalu bilang adik saya ini bahaya saya tembak manusia. Lalu saya ajak dia pulang, dan sampai di rumah hampir jam 11 malam, saya lapor polisi," paparnya.

Sako mengakui, dirinya hanya melepaskan satu kali tembakan. Dan ia mengaku bahwa itu bukan sebuah kesengajaan.

Namun setelah sampai dirumahnya, Sako belum mengakui kalau dirinya ya g menembak korban. Tapi ia mengatakan, bahwa ia menemui korban penembakan di dalam hutan, hal itu juga ia sampaikan kepada polisi dan keluarganya.

Saat di konfirmasi terkait ia berbohong kepada keluarga dan polisi terkait dengan siapa pelaku penembakan. Ia mengaku melakukan itu karena ketakutan.

"Kalaulah Keluarga korban menuntut saya terima, tapi saya takut ada dendam Keluarga korban dengan keluar saya. Tapi setelah penguburan saya pasti mengakuinya, makanya saya menunggu sampai penguburan. Kemarin hari Jum'at saya di antar anak saya ke kantor polisi," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved