Breaking News:

Diduga Gangguan Jiwa Setelah Belajar Ilmu Sesat, Iin Habisi Ibu dan Tantenya

AKBP Zulham Effendi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasua tersebut dan belum menyimpulkan penyebabnya

Editor: Jamadin
Diduga Gangguan Jiwa Setelah Belajar Ilmu Sesat, Iin Habisi Ibu dan Tantenya
NET
Ilustrasi penganiayaan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TAMIYANGLAYANG - Diduga alami Gangguan Jiwa,  warga Murung Baki RT 26 Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, Kalteng, Saiin Kadir alias Iin (30) membunuh ibunya dan tantenya serta membacok adiknya dan merusak pelaminan pengantin mantan pacarnya yang saat itu akan menikah, Minggu (18/11/2018).

Peristiwa itu sontak menjadi pembicaraan warga sekitar. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus pembantaian yang dilakukan oleh Iin tersebut.

Kabar santer terhimpun menyebut Iin melakukan pembantaian terhadap orang dekatnya tersebut lantaran terpengaruh ajaran sesat yang dilakukannya. "Dia dikabarkan belajar ilmu sesat sendiri," ujar salah satu warga Bartim.

Baca: Perburuan Berujung Maut, Pria di Sajingan Besar Ini Malah Salah Tembak

Namun, sebagian warga sekitar tempat kejadian menduga, Iin melakukan pembunuhan terhadap ibunya dan tantenya lantaran sakit hati, karena mantan pacarnya meninggalkannya kawin sehingga dia marah dan merusak pelaminan.

Baca: Rapat Paripurna Bahas 5 Raperda di Kabupaten Sanggau

Kapolres Bartim, AKBP Zulham Effendi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasua tersebut dan belum menyimpulkan penyebabnya.

Namun yang jelas dalam kejadian itu ada tiga orang tewas dan satu orang wanita terluka. "Masih kami dalami kasusnya," ujarnya.

Baca: Tak Setuju Wacana Menteri Turunkan Passing Grade CPNS 2018, Sutarmidji Minta Sistem Rangking

Sementara itu, Kriminolog Universitas Palangkaraya (UPR) Ariestoteles, menduga pelaku melakukan tindakan pembantaian terhadap orang dekatnya karena adanya gangguan kejiwaan.

"Jika amarah yang tidak terkontrol hingga membantai orang dekatnya, itu berarti pelaku kesabarannya sudah diambang batas orang normal tidak terkontrol lagi, artinya kemungkinan terjadi gangguan kejiwaan terhadapnya, sehingga tanpa prikemanusiaan dia tega membunuh orang dekatnya sendiri," ujar Aris, Senin (19/11/2018).

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul  Kasus Pembantaian di Bartim, Iin Diduga Alami Gangguan Kejiwaan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved