AJI Pontianak-JPK Galang Aksi Penolakan Eksekusi Terhadap Kasus Baiq Nuril

Kegiatan ini diprakarsai Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak

AJI Pontianak-JPK Galang Aksi Penolakan Eksekusi Terhadap Kasus Baiq Nuril
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
Masyarakat yang melintas Car Free Day berfoto di depan backdrop yang bertuliskan penolakan eksekusi terhadap Ibu Nuril, Minggu (18/11/2018). Aksi penolakan juga dilakukan di beberapa daerah lain seperti Jember, Denpasar, Makassar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Pengguna Car Free Day, Minggu (18/11) antusias melakukan swafoto di depan backdrop yang memampang gambar wajah Baiq Nuril atau Ibu Nuril.

Baiq Nuril adalah seorang ibu yang kasusnya kini tengah menyita perhatian nasional.

Usai melakukan swafoto, mereka pun segera mengupload foto ke akun medsos masing-masing dengan tagar (#) tolakeksekusibunuril.

Tak hanya di Pontianak, aksi dukungan serupa juga dilaksanakan di Pekanbaru, Denpasar, Palembang, Mataram, Makassar dan Jember.

Di Pontianak, kegiatan ini diprakarsai Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak.

Kegiatan ini bertujuan menggalang aksi penolakan putusan Mahkamah Agung untuk kasus Baiq Nuril, korban pelecehan seksual verbal mantan kepala sekolah di Mataram.

Baca: Bikin Nyesek! Detik-detik Crash Rossi Gagal Podium di Seri Terakhir Motogp Valencia

Baca: Cap Go Meh Jadi Atensi PFKPM Kalbar dan Pemuda Pancasila, Begini Acaranya di Pontianak Tahun 2018

“Ibu Nuril ini sebenarnya korban, seperti halnya pada kasus Prita beberapa tahun lalu. Kita harap tidak ada lagi korban dari UU ITE, di mana korban berbalik menjadi tersangka,” ujar Dian Lestari, Ketua AJI Pontianak, di sela-sela aksi 18 November 2018.

Dian menambahkan, putusan ini sekaligus menggambarkan rentannya perempuan Indonesia yang menjadi korban pelecehan seksual. Korban sering direndahkan, bahkan mengalami kriminalisasi.

“Pasal-pasal karet dalam UU ITE itu harusnya dicabut,” tambahnya.

Baiq Nuril Maknun perempuan asal Mataram yang menjadi terdakwa kasus pelanggaran UU Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik (ITE) sempat dinyatakan bebas di Pengadilan Negeri.

Di Pengadilan Negeri Mataram pada 26 Juli 2017, Nuril dinyatakan tidak terbukti telah mencemarkan nama baik mantan kepala sekolah salah satu SMAN di Mataram.

Halaman
12
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved