Kemenag Kalbar Masih Tunggu Juknis Kartu Nikah Sebelum Diterapkan Di Kalbar

Ia menimpali kartu nikah baru dilaunching di Provinsi Yogyakarta. Provinsi Yogyakarta dipilih oleh Pemerintah Pusat sebagai role model percontohan

Kemenag Kalbar Masih Tunggu Juknis Kartu Nikah Sebelum Diterapkan Di Kalbar
IST
Buku nikah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H Ridwansyah menegaskan jajarannya masih menunggu keluarnya petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Agama Republik Indonesia terkait implementasi kartu nikah di Provinsi Kalimantan Barat.

"Kami masih menunggu teknis dan perintah dari pusat," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (16/11/2018).

Baca: Berteman Dengan Mahasiswa, Deba Tetap Bisa Bersikap Profesional di Kelas

Baca: BPJS Tunggak Pembayaran, RSU Pemangkat Berhutang Obat Untuk Pengobatan Pasien

Ia menimpali kartu nikah baru dilaunching di Provinsi Yogyakarta. Provinsi Yogyakarta dipilih oleh Pemerintah Pusat sebagai role model atau percontohan.

"Baru di Jogja. Provinsi yang lain belum masih tahap sosialisasi," terangnya.

Pada prinsipnya, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalimantan Barat mendukung segala program pusat yang bertujuan memudahkan pelayanan bagi masyarakat.

"Kami siap jika nanti ada teknis untuk menerapkannya," tandasnya.

Seperti diketahui, kartu nikah diluncurkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada (8/11) lalu. Kehadiran kartu yang serupa KTP tersebut diklaim akan semakin menguatkan fungsi dari buku nikah yang semula digunakan.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kartu nikah bukanlah sebagai pengganti dari buku nikah, melainkan berfungsi sama dan membantu pasangan dalam hal pengurusan dokumen yang berkaitan dengan buku tersebut.

"Ini akan mulai diterbitkan pertengahan atau akhir November," ujar dia.

Sampel kartu nikah berbentuk persegi panjang dengan warna dasar hijau dengan campuran kuning.

Bagian atas kartu bertuliskan kop Kementerian Agama.

Di kop tersebut akan diisi dua kotak untuk foto pasangan yang dinyatakan telah sah menikah berdasarkan buku nikah.

Di bawah dua kotak itu nantinya dipasang barcode dan jika dipindai akan menunjukan data wajah, nama, dan tanggal menikah pasangan di layar mesin pemindai.

"Di bawah ada barcode khusus yang nanti discan AppStore. Ada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah). Ada data dua wajah yang ditayangkan di sini, siapa nama, kapan nikah," lanjut Lukman. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved