Hairiah Minta Perhatikan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Pada Anak di Dunia Pendidikan

“Dalam kasus ini, ada anak yang menjadi pelaku dan ada juga anak yang menjadi korban. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegas Hairiah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah meminta kepada peserta rembuk pendidikan memperhatikan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di dunia pendidikan.

Hal itu ia sampaikan di kegiatan rembuk pendidikan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas. Sehingga bisa turut memberikan perhatian pada pelecehan seksual dan Kekerasan.

Baca: Apresiasi Sekolah Sehat, Bupati Sambas Ajak Dukung Pola Hidup Sehat

Baca: Atbah: Untuk Pemenuhan Kuota CPNS di Sambas, Kita Masih Evaluasi dan Berdiskusi

“Kemaren saya dialog interaktif dengan pak jaksa di RRI. Yang dibahas adalah mengenai kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Saya dan bupati tidak mau mendengar lagi pelakunya adalah oknum guru,” ingat Hairiah saat rembuk pendidikan di Kecamatan Selakau, Kamis (15/11/2018).

Menurutnya, di Sambas untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan kekerasan seksual, cukup tinggi.

Hairiah mengungkapkan, sampai dengan saat ini sudah ada 20 kasus yang dilaporkan.

“Dalam kasus ini, ada anak yang menjadi pelaku dan ada juga anak yang menjadi korban. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tegas Hairiah.

Menurutnya, forum rembuk pendidikan ini harus bisa melahirkan ide dan konsep yang baik, agar anak-anak didik terhindar dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Lanjut Hairiah, ini penting, karena anak didik adalah generasi penerus bangsa, dan mereka harus dibentuk menjadi SDM yang berkualitas dan berkarakter.

“Lingkungan sekolah dan keluarga mempunyai peranan penting menghadirkan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter ini,” terangnya.

Lebih lanjut Hairiah mengatakan, hal yang juga menjadi perhatian dirinya adalah angka putus sekolah di Kabupaten Sambas. Untuk itu, dia meminta agar semua peduli pada anak-anak yang putus sekolah.

“Dari rembuk pendidikan dan kebudayaan ini, kita bisa ajukan masukan dan saran kedepannya dalam musrenbang. Bagaimana membuat kerangka program agar bisa mengurangi atau mengatasi masalah anak putus sekolah. Bagaimana kita bersama-sama bisa mensupport generasi muda kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Hairiah juga meminta forum rembuk pendidikan bisa mendukung visi misi pembangunan Kabupaten Sambas.

Yakni membangun kabupaten sambas yang berakhlakul karimah, unggul dan sejahtera. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved