Adventorial

Dukung Go Cashless di Singkawang Bersama Bank BCA, Ini Penjelasan Perwakilan Bank Indonesia

Bank BCA Cabang Singkawang mendukung Program Go Cashless Kota Singkawang menuju Singkawang Smart City.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Perwakilan Bank Indonesia melalui Kepala Unit Pengawasan SP Pur dan KL, Hendra. Tribun Pontianak / Ferryanto. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bank BCA Cabang Singkawang mendukung Program Go Cashless Kota Singkawang menuju Singkawang Smart City.

Dalam mendukung perkembangan Kota Singkawang menuju Smart City, Bank BCA hari ini mengadakan sosialisasi dan Implementasi SPBU Cashless Program Singkawang Go Cashless.

Bank BCA Cabang Singkawang menjadi pionir di Kota Singkawang, yang mana merupakan Bank pertama yang mencanangkan SPBU Cashless Program.

Baca: Wacana Pembangunan Rumah Budaya di Kota Pontianak, Ini Tanggapan Syafarudin Usman

Sosialisasi ini di gelar di ruang Grand Ballrom Hotel Swiss Belinn lantai 3 (tiga) dan hadiri langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, lalu perwakilan Bank Indonesia melalui Kepala Unit Pengawasan SP Pur dan KL, Hendra, dan Branch Manager Pertamina Regional Kalbar Kalteng Teuku Johan Miftah. Jumat (16/11/2018).

Kemudian, Bank BCA Cabang Kota Singkawang juga turut mengundang para pemilik SPBU di Kota Singkawang untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini.

Perwakilan Bank Indonesia melalui Kepala Unit Pengawasan SP Pur dan KL, Hendra menambahkan bahwa Bank Indonesia sejak 2014 telah mencanangkan program gerakan nasional Non Tunai.

"Jadi kita mendorong semua program elektroniknifikasi secara non tunai, transaksi - transaksi secara non tunai,"tuturnya.

Ia pun menjelaskan bahwa banyak manfaat dengan transaksi non tunai yang akan berimbas ke berbagai sektor, dan khususnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan secara tidak langsung akan dapat menekan inflasi di sebuah daerah dan negara.

"Bagi masyarakat yang menggunakan transaksi non tunai, maka aksesnya akan jauh lebih luas, lebih efisien, kemudian bagi pemerintah, biaya percetakan uang berkurang, biaya distribusi, dan sebagainya,, lalu stabilitas pembayaran lancar dan terjamin, transaksi secara non tunai lebih akurat dan lebih aman di banding cash,"paparnya

"Kemudian, lalu biaya - biaya transaksi terkait infrastruktur, bagi perbankan juga di untungkan, kalau dulu target mendirikan kantor - kantor, banyak sekali, dengan ini tidak terlalu banyak,"terangnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved