Breaking News:

BPJS Kesehatan Berhutang 6 Miliar ke RSU Pemangkat

dr Ahmad Hardin mengatakan, jumlah tersebut adalah klaim untuk tiga bulan terakhir yang telah di sampaikan pihak rumah sakit Pemangkat

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Pemangkat dr Achmad Hardin, Selasa (28/08/2018) di ruangan kerjanya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Pemangkat dr Ahmad Hardin mengatakan, saat ini BPJS Kesehatan memiliki hutang 6 Miliar Rupiah ke pihak RSU Pemangkat.

dr Ahmad Hardin mengatakan, jumlah tersebut adalah klaim untuk tiga bulan terakhir yang telah di sampaikan pihak rumah sakit Pemangkat kepada pihak BPJS Kabupaten Sambas, Cabang Singkawang.

Baca: Apresiasi Sekolah Sehat, Bupati Sambas Ajak Dukung Pola Hidup Sehat

Baca: Atbah: Untuk Pemenuhan Kuota CPNS di Sambas, Kita Masih Evaluasi dan Berdiskusi

"Kalau di RSU Pemangkat sampai klaim bulan Juli sudah di bayar, tapi yang jatuh tempo sampai bulan September sudah masuk ada kurang lebih tiga bulan. Kira-kira satu bulan 2 Miliar, jadi kurang lebih 6 Miliar untuk Pemangkat," ujarnya, Jumat (16/11/2018).

Ia menjelaskan, sebelumnya BPJS kesehatan juga memiliki tunggakan di RSU Pemangkat. Dan itu sudah di bayarkan dan didistribusikan setelah BPJS mendapatkan suntikan dana pada bulan Juli lalu.

"Kalau yang sebelumnya sudah dibayarkan ya, itu di bayar dari uang yang didapatkan BPJS waktu itu, dan itu sudah di distribusikan. Kemungkinan uang itu sudah habis, jadi tidak bisa bayar yang sekarang," tuturnya.

Oleh karenanya, saat ini pihak RSU Pemangkat harus menanggung beban operasional yang cukup besar. Dan hanya bisa memaksimalkan bantuan dari Pemda melalui APBD dan layanan klinik.

"Jadi kalau untuk operasional kita seperti bayar gajih dan obat kita gunakan sumber pendapatan lain, dari umum, dari bantuan Pemda (APBD), Jampersal dan dari klinik atau usaha lain. Jadi bisa bertahan, untuk itu pelayanan harus tetap berjalan. Tapi menang porsi terbesar itu dari BPJS," tuturnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved