Adventorial

Sidomuncul Hadir Ditengah Masyarakat Prasejahtera, Gelar Operasi Katarak Gratis

100 warga Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti operasi katarak yang diselenggarakan Perusahaan Sidomuncul

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Foto bersama pihak Sidomuncul, Perdami dan Untan setelah pembukaan operasi katarak gratis di RS Untan, Kamis (15/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 100 warga Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti operasi katarak yang diselenggarakan Perusahaan Sidomuncul dan bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura diselenggarakan di RS Untan, Kamis (15/11/2018).

Peserta terbanyak datang dari Kabupaten Sanggau sekitar 50 orang. Sementara peserta terjauh dari Kapuas Hulu.

Sidomuncul merupakan perusahaan yang konsen terhadap pemberantasan buta katarak bagi warga Indonesia.

Direktur Sidomuncul, Irwan Hidayat menuturkan sejak 2011 lalu hingga hari ini pihaknya telah melakukan operasi pada 51.600 warga Indonesia yang mengalami katarak.

Baca: Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri Disebuah Pohon Rambutan

"Ini pertama kali kita lakukan di Kalimantan Barat. Ternyata sangat banyak yang masih membutuhkan hari ini kita pasang kuota 100 tapi masih banyak yang tidak kebagian," ucap Irwan Hidayat saat diwawancarai.

Tingginya rasa kemanusiaan dari Perusahaan Sidomuncul, Irwan Hidayat meminta panitia untuk mendata kembali, apabila masih banyak warga yang ingin melakukan operasi katarak lantaran belum mendapat kesempatan pada kegiatan pertama.

Pihak Sidomuncul siap mensuport kembali kegiatan bulan depan atau kapanpun pihak Rumah Sakit Untan mau mengadakan operasi katarak bagi warga prasejahtera.

"Kalau ada lagi, ya saya sudah ngomong kalau memang mau menambah, biar nanti di ajukan lagi bulan depan," ucap Irwan dengan semangat membantu warga Kalbar khususnya penderita katarak.

Sebelum ada BPJS dari pemerintah, Sidomuncul setiap tahunnya menganggarkan 12 ribu kuota untuk operasi katarak. Namun sejalan dengan program pemerintah dengan BPJS nya pihak Sidomuncul menurunkan kuota menjadi 1500 pertahun.

Belakangan pihak pemerintah melalui BPJS kembali membatasi untuk operasi katarak karena terlalu membebani anggaran BPJS.

"Sekarang pemerintah mulai membatasi operasi katarak dengan program BPJS, masyarakat boleh operasi kalau sidah mencapai 80 persen katarak, kerena dianggap tidak urgen. Saya setuju itu,"tambahnya.

Melihat adanya pembatasan operasi katarak bagi fasien BPJS, tahun depan Sidomuncul yang terkenal juga dengan berbagai produk seperti, Kubu Bima, Tolak Angin dan Tolak Linu
akan hadir kembali ditengah masyarakat dengan mengalokasikan enam ribu masyarakat untuk ikut operasi katarak.

"Kalau operasi katarak dari BPJS itu memang tidak urgent dan saya saja sudah 70 persen baru operasi. Jadi kalau cuma 30-40 persen menurut saya tidak usah operasi tidak apa," ucapnya.

Rasa iba terhadap masyarakat tak mampulah membuat Sidomuncul hadir membantu mereka yang mengidap katarak.

Sebagai pengusaha, Irwan tegaskan akan ikut mengambil bagian membantu masyarakat dan pemerintah dalam menangani buta katarak. Ia merasa kasihan banyak masyarakat tak mampu operasi lantaran tidak memiliki biaya.

"Saya bisa membayangkan, kalau tidak punya uang sakit dan buta . Pergi ke tempat sini saja untuk ikut operasi gratis butuh duit. Karena keadaan yang terbatas, untuk pergi ke sini mereka ada urunan keluarga," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved