DPTHP 2 Kalbar, Sempat Dipertanyakan Bawaslu

Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza mengomentari terkait dengan DPTHP 2 ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Suasana saat KPU Provinsi Kalbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP 2) di Hotel Mercure Kota Pontianak, Rabu (14/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - KPU Provinsi Kalbar menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP 2) di Hotel Mercure Kota Pontianak, Rabu (14/11/2018).

Dalam rapat pleno ini, disepakati jika jumlah DPTHP 2 di 14 Kabupaten Kota di Kalbar ialah 3.695.021 terdiri dari Laki-laki sebanyak 1.883.945, Perempuan sebanyak 1.811.076.

Baca: Berikut Inilah Hasil DPTHP 2 Kalbar

Baca: JaDI Kalbar Harap DPTHP2 bersifat Final dan Tak ada Perubahan Data Pemilih Kembali

Adapun jumlah Kecamatan ialah 174, kelurahan atau desa sebanyak 2.130 dan total TPS sebanyak 16.476.

Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza mengomentari terkait dengan DPTHP 2 ini.

"Terkait dengan hasil catatan kami, prinsipnya seluruh data sudah form dari pleno KPU Kabupaten Kota meskipun ada beberapa hal yang perlu kami konfirmasi," katanya.

Pertama, kata dia, soal perubahan di Kabupaten ketapang, hasil pleno ada perubahan dan dikoreksi ditingkat provinsi, maka pihaknya memohon KPU Provinsi meminta KPU Ketapang memperbaiki Berita Acara kepada pihak yang bersangkutan agar ada kesingkronan, dengan menyertakan kronologis yang terjadi.

Kedua, terkait dengan Kabupaten Mempawah, ia memohon penjelasan penurunan TPS dari DPTHP 1 ke DPTHP 2, padahal ada penambahan DPT sekitar 3.500 yang awal TPSnya 824 kemudian menurun menjadi 823.

Ketiga, ia memerlukan penjelasan dari Kabupaten Ketapang adanya kenaikan signifikan TPS, khususnya di Manis Mata.

Kemudian di Berita Acara Kabupaten Sekadau ada perbedaan, maka ia pun memohon untuk bisa dijelaskan dan direvisi, yang mungkin salah menjumlahkan

Komisioner KPU Mempawah, Mursalin dan Komisioner KPU Ketapang pun memberikan penjelasan kepada pihak Bawaslu.

Diterangkan oleh Mursalin, di Mempawah memang secara angka bertambah 3.500, TPS memang berkurang, dan TPS berkurang itu di Rutan, saat DPT 126, dan saat DPTHP hanya ada 2 pemilih.

Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan menambahkan terkait dengan pengurangan ialah TPS di Rutan, TPS di Rutan dikembalikan ke TPS asal KTP asalkan dengan memperhatikan jarak atau geografis dan tidak memecah data dalam keluarga.

Ramdan pun menerangkan, menurut KPU RI, rutan akan menjadi pemilih DPTB dengan nama TPSnya 501 termasuk TPS di Lapas Kabupaten Kota lain.

Komisioner KPU Ketapang, Jami Surahman menjelaskan memang awalnya ada perubahan-perubahan dari PPK dan PPS. Sedangkan Komisioner KPU Sekadau mengakui adanya kekeliruan dalam pencatatan dan berita acara karena salah menjumlahkan.

Lebih lanjut terkait penjelasan ini, Komisioner Bawaslu Kalbar, Faisal Riza pun menyepakati DPTHP 2 ini.

"Tentu DPTHP 2 ini bisa disepakati dan segera ditetapkan namun dengan catatan-catatan tadi," kata Faisal. (dho)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved