CPNS 2018

Tidak Sepakat Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Passing Grade CPNS, Ini Usulan Sutarmidji

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menegaskan Pemprov Kalbar tak setuju kebijakan passing grade untuk TKD CPNS.

Tidak Sepakat Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Passing Grade CPNS, Ini Usulan Sutarmidji
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalbar H Sutarmidji tak setuju dengan kebijakan pemerintah pusat terkait passing grade untuk TKD CPNS 2018 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat tidak setuju jika Pemerintah Pusat tetap memberlakukan sistem passing grade atau angka ambang batas minimal pada Seleksi Kompetensi Dasar (TKD).

Ia juga tidak sepakat jika Pemerintah Pusat menurunkan passing grade sebagai kebijakan atas keluhan dari sejumlah pemerintah daerah se-Indonesia lantaran banyak peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 yang tidak mencapai passing grade sebelumnya.

“Saya tidak sepakat passing grade diturunkan karena jumlah kuota CPNS tetap tidak bisa terpenuhi,” kata Sutarmidji.

Hal itu ia ungkapkan saat kegiatan validasi kebutuhan instansi pemerintah sebagai dasar dalam penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun Anggaran 2019, di Hotel IBIS Pontianak, Selasa (13/11/2018).

Baca: Hujan Deras di Singkawang Kabel Telkom Putus

Baca: Transportasi Tradisional jadi Alternatif Bagi Warga Pontianak

Baca: Lulus Pasing Grade, Ini Ungkapan Abang Yuda Saputra

Sutarmidji menimpali dirinya ingin kuota penerimaan CPNS Tahun 2018 di Pemprov Kalbar, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota terpenuhi semuanya.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode itu bahkan menyarankan penerimaan CPNS bukan berdasarkan urutanpassing grade, namun peringkat nilai tertinggi hasil tes.

“Kami sudah surati usulan peringkat nilai dalam seleksi CPNS, bukan passing grade. Kalau pakai sistem peringkat, maka seluruh kuota bisa terpenuhi. Ndak ada lagi kekosongan,” terangnya.

Midji sapaannya menilai passing grade CPNS Tahun 2018 yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi Sipil (Kemenpan RB) terlalu tinggi.

“Sedangkan tingkat kemampuan pendidikan di setiap daerah yang ada di Indonesia kan berbeda-beda,” imbuhnya.

Baca: Passing Grade Momok Bagi Pelamar CPNS, Ria Norsan: Perlu Peninjauan Kembali

Baca: Indosiar - LIVE STREAMING PSMS Medan Vs PS Tira, Siaran Langsung Indosiar Liga 1 Hari Ini

Baca: Hanya 32 Orang dari  2000 Peserta Ikuti Tes CAT Yang Lulus Passing Grade di Sanggau

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved