Poktan Plamboyan Panen Cabai Capai 1,2 Ton, Paolus Hadi: Kedepan Kita Perkuat Sayur-sayuran

Saya kira ini harus diteruskan. Cuma Dishangpang Hortikan dan Disperindagkop bisa memastikan produksi ini bisa dilempar kemana

Poktan Plamboyan Panen Cabai Capai 1,2 Ton, Paolus Hadi: Kedepan Kita Perkuat Sayur-sayuran
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sanggau, Paolus Hadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Melimpahnya panen cabai oleh Poktan Plamboyan desa Menyabo, kecamatan Tayan Hulu. Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan, di Desa Menyabo ada panen cabai yang lumayan baik produksinya.

“Saya kira ini harus diteruskan. Cuma Dishangpang Hortikan dan Disperindagkop bisa memastikan produksi ini bisa dilempar kemana,” katanya, Selasa (13/14).

PH sapaan akrabnya menambahkan, meskipun masih dibutuhkan di dalam negeri, terutama Sanggau, bukan tidak mungkin panen yang melimpah membuka peluang untuk diekspor ke Malaysia.

“Dengan begitu mungkin bisa kerja sama dengan Karantina untuk peluang itu. Kita juga sudah bicara dengan Forkopimda, kedepan kita ingin memperkuat produk sayur-mayur kita, ” tuturnya.

Baca: Daniel Johan Reses di Sambas, Ini Wilayah Yang Dikunjungi

Termasuk, lanjut Suami Arita Apolina itu, cabai di dalamnya, supaya kelompok-kelompok dasawisma yang kita punya, kelompok tani yang kita punya memiliki produk yang tidak hanya dipasarkan di dalam daerah. “Tapi juga sudah berorientasi ke luar daerah kita, termasuk ke Malaysia," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan)  Sanggau, John Hendri menyampaikan, kelompok tani (Poktan) Plamboyan, desa Menyabo, kecamatan Tayan Hulu melakukan panen cabe sebanyak 1,2 ton.

“Panen cabai rawit di lahan 6 hektare dengan harga Rp 27 ribu per kilo gram. Poktan Plamboyan meruakan binaan PPL di sana, ” katanya, Selasa (13/11).

Hendri menjelaskan, komoditi cabe merupakan bagian kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah selalu mendorong petani untuk menanam cabe.

“Budidayanya mudah dan dibutuhkan oleh pasar. Saya mngharapkan petani lain mau mencontoh keberhasilan petani di desa Menyabo ini, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved