Daud Yordan Vs Anthony Crolla

Curahan Hati Daud Yordan Usai Kalah Bertarung Lawan Crolla di Inggris, Hidup Tak Selalu Lurus!

Daud Yordan: Saya jelas kecewa, tapi begitulah tinju. Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik, namun belum berhasil.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Screenshot Instagram@ant_crolla86
Petinju Indonesia asal Kalbar Daud Yordan (kiri) versus Anthony Crolla dalam pertarungan kelas ringan WBA di Manchester Arena, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB. Daud dinyatakan kalah angka. 

TRIBUNPONTIANAK.co.id/Marlen Sitinjak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Petinju kebanggaan Indonesia asal Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), Daud 'Cino' Yordan menerima kekalahannya atas petinju Infgris, Anthony Crolla dapa pertarungan 12 rondi, di Manchester, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB.

Daud kalah angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde di kandang lawan. Daud pun memastikan sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam pertarungan itu.

Tiga hakim memberikan kemenangan angka 116-112 untuk Crolla.

“Crolla tampil lebih baik malam ini. Saya jelas kecewa, tapi begitulah tinju. Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik, namun belum berhasil,” kata Daud seusai laga.

Daud mengatakan, dirinya kaget karena Crolla tampil lebih defensif dan mengandalkan pukulan balasan.

Baca: Siaran Langsung (Live) Indonesia Vs Timor Timur: Live Streaming RCTI Piala AFF 2018

Baca: LIVE BOLA Streaming Piala AFF Filipina Vs Singapura, Tuan Rumah Diprediksi Menang 2-1

“Saya kaget karena Crolla menampilkan strategi pertarungan yang berbeda. Strategi bertandingnya di luar dugaan. Dia banyak lari, clinch, dan rajin melepaskan jab,” ujar Daud.

“Sebagai petinju tamu saya harus lebih rajin menyerang, karena kalau bertahan pasti kalah. Tetapi memang Crolla tampil lebih baik, saya mau bilang apa?” ujar Daud lagi.

Dari kekalahan tersebut, Daud kehilangan peluang menantang juara kelas ringan versi badan tinju dunia WBA, Vasyl Lomachenko.

Dia mengatakan ingin beristirahat lebih dulu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Dua hari setelah pertarungan itu, Cino mencurahkan isi hatinya tentang kekalahannya melalui akun Instagram-nya, @daud_cino_yordan, Selasa (13/11/2018) dini hari WIB.

"Hidup tidak selalu mulus,lurus,lancar seperti yg kita harapkan.terkadang kita harus gagal,jatuh,kecewa.namun percayalah bahwa,gagal,jatuh,kecewa itu bukan lah akhir dari segalanya.saya memberi hormat kepada @ant_crolla86 atas kemenangan nya pada diri saya.tetapi saya tidak akan berhenti hanya karna kegagalan kemarin.masih ada hari2 esok yg harus saya lalui dan perjuangan untuk masa depan saya, keluarga, dan negara saya," tulis Daud.

Kakak kandung Daud, Damianus Yordan menyebut, kekalahan angka mutlak adiknya bukanlah bentuk kalah di atas ring.

Ia menilai keputusan wasit tidak cukup beralasan mengingat pertarungan ketat kedua petinju di sepanjang ronde. 

"Daud tidak kalah dalam duel diatasi ring, tetapi kalah "di bawah ring," kata Damianus melalui pesan WhatsApp.

Damianus menilai, memang dalam duel tersebut cukup berat bagi Daud untuk menang apabila tidak berhasil memukul KO lawan.

Sebab petinju tuan rumah lebih diuntungkan.

"Jika Daud tidak bisa memukul KO Crolla, memang dipastikan kita kalah. Ini tuan rumah," ungkapnya.

Damianus menilai, perlu ada pertandingan ulang (rematch) antara adiknya dengan Crolla di negara yang lebih netral.

Rematch, jelasnya, sebaiknya tidak digelar di Indonesia, bukan juga di Inggris. Wasit pertandingan pun sebaiknya bukan berasal dari kedua negara.

Menurut Damianus, kekalahan Daud Yordan bukan karena persoalan teknis, melainkan nonteknis. Rematch diperlukan untuk melihat siapa pemenang sesungguhnya.

Baca: Link RCTI - Indonesia Vs Timor Leste Grup A Piala AFF 2018: Saksikan Siaran Langsung (Live) RCTI

Baca: Jadwal & Prediksi Line Up Timnas Indonesia Vs Timor Leste Piala AFF 2018, Live RCTI

Petinju Indonesia asal Kalbar Daud Yordan (kiri) versus Anthony Crolla dalam pertarungan kelas ringan WBA di Manchester Arena, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB. Daud dinyatakan kalah angka.
Petinju Indonesia asal Kalbar Daud Yordan (kiri) versus Anthony Crolla dalam pertarungan kelas ringan WBA di Manchester Arena, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB. Daud dinyatakan kalah angka. (Screenshot Instagram@ant_crolla86)

Berdasarkan pengamatannya saat menonton siaran langsung pertandingan WBA Final Eliminator kelas lightweight itu, Damianus menilai ada cukup banyak pukulan yang dilancarkan Daud kepada Crolla hingga tersudut ke tali ring.

Sedangkan, Crolla hanya berusaha meredam pukulan Daud dengan beberapa kali merangkul.

"Kalau di dalam tinju yang seperti itu tidak ada nilainya, sedangkan Daud bertubi-tubi menyerang Crolla. Tetapi biarlah publik yang menilai," ujar Damianus.

Saat ditanyai kapan rencana Daud akan kembali ke kampung halamannya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Damianus mengaku belum mendapat informasi itu.

"Tetapi yang pasti melihat Daud bertanding dengan kondisi seperti itu saya rasa sudah cukup baik," ungkap Damianus.

Pasca-kekalahan dari Crolla, Damianus menyebut adiknya tetap berpeluang juara dunia di badan tinju lainnya.

"Masih sangat terbuka, kan badan tinju ada, bisa salah satunya. Asal ada promotor yang menggelarkannya," kata Damianus.

Menurutnya peluang Daud ada di IBF dan WBO.

Tampil Agresif

Meski kalah secara unanimous atau penilaian mutlak Daud tampil agresif.

Petinju kebanggaan Indonesia itu sempat tertekan pada ronde pertama hingga kelima. Crolla beberapa kali mendaratkan pukulan yang membuat Daud Yordan kewalahan.

Memasuki ronde keenam, giliran petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat itu melancarkan serangan demi serangan yang agresif ke arah Crolla.

Lawannya itu pun mulai terdesak menerima jab hingga hook Daud Yordan yang mengenai wajah.

Begitu pula pada ronde keetujuh dan kedelapan, Daud Yordan berusaha tampil agresif dengan memberikan kombinasi pukulan menekan petinju 31 tahun tersebut.

Memasuki ronde kesembilan, Daud Yordan mulai sedikit lebih berhati-hati dengan menguatkan pertahanan menghadap Crolla yang mulai sedikit terbuka pertahanannya.

Daud Yordan kembali melancarkan hook kiri dan kanan yang membuat Crolla terdesak ke pinggir ring pada ronde tersebut. Pukulan-pukulan itu berhasil mendarat ke wajah lawannya.

Memasuki ronde ke-10, Daud Yordan tak mengendurkan pukulan-pukulan agresif mengandalkan hook kiri dan kanan dan sempat membuat Crolla tertekan.

Namun, lawannya itu sempat berbalik menekan Daud Yordan dengan pukulan-pukulan kombinasi, termasuk pukulan jab yang mejadi andalan Crolla.

Stamina kedua petinju ini pun mulai menurun drastis pada ronde ke-10.

Di ronde ke-11, Daud Yordan terus merangsek berusaha melakukan pertarungan jarak dekat melawan Crolla yang kerap menjaga jarak dan melepaskan sejumlah jab berbahaya.

Di ronde terakhir yang merupakan fase penentuan, Daud Yordan berusaha tampil habis-habisan.

Ia melepaskan uppercut mengawali ronde tersebut. Daud juga beberapa kali melepaskan pukulan kombinasi mendesak Crolla.

Crolla yang merasa terdesak kerap memeluk Daud Yordan untuk menghindari pukulan petinju Indonesia itu.

Crolla memang sudah terlihat terdesak beberapa kali merapat ke pinggir ring, namun bel tanda berakhirnya pertarungan berbunyi.

Daud akhirnya dinyatakan kalah unanimous atau penilaian secara mutlak dari Crolla.

Kemenangan ini membuat rekor bertanding Crolla menjadi 34 kali bertanding, 6 kali kalah dan 3 kali seri, dengan 13 kemenangan KO.

Ia pun berpeluang menantang juara dunia kelas ringan WBA Vasiliy Lomachenko.

Bagi Daud Yordan, kekalahan ini menjadi yang keempat selama kariernya.

Kini rekor bertarungnya menjadi 38 kalibertanding, 4 kali kalah dengan 26 kemenangan KO.

Sementara itu, Lomachenko (11-1, 9 KO) akan bertarung melawan Jose Pedraza dalam unifikasi gelar tinju dunia WBA dan WBO di New York, Amerika, pada 8 Desember 2018. (ade/zul/tic/cnn)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved