Dapat Gelar Raja Sungai di Malaysia, Tim Ini Jadi Jawara di Sungai Mempawah

Persiapan ini sekalian untuk Porprov, lalu ke Kuching, jadi sekitar 3 bulan, inilah hasilnya dan di Kuching kami juara umum

Dapat Gelar Raja Sungai di Malaysia, Tim Ini Jadi Jawara di Sungai Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FERRYANTO
Perwakilan Juara 1 Sampan Dragon saat Terima piala dan uang Pembinaan dari Kabid Pariwisata dan Kebudayaan Nanik Sawitri. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Perlombaan Dragon Board dan Sampan Bidar dalam Rangka memeriahkan Robo - Robo telah selesai, dan Tim Dayung Dragon Mempawah 2 berhasil merajai perlombaan kategori Dragon Board.

Anwar, pendamping dari Tim Dragon Mempawah 2 mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan diri selama sekitar 3 bulan.

Namun, selama kurun waktu 3 bulan ini, pihaknya bukan hanya untuk mempersiapkan Mengikuti perlombaan Dragon Board di acara Robo - Robo, namun juga sembari mempersiapkan diri untuk ajang Porprov dan Ivent Lomba Dayung di Negara Bagian Kuching Malaysia beberapa waktu lalu.

Bahkan ia mengungkapkan, pihaknya mendapatkan gelar Raja Sungai saat mengikuti perlombaan di Malaysia tersebut.

Baca: Hari Ini, Bupati Paolus Hadi Dijadwalkan Hadiri Rapat Kerja Bapemperda

"Persiapan ini sekalian untuk Porprov, lalu ke Kuching, jadi sekitar 3 bulan, inilah hasilnya dan di Kuching kami juara umum, dan mendapatkan gelar raja Sungai,"ungkapnya.

Ia yang juga ketua PODSI (persatuan Olah  Raga Dayung se-Indonesia) cabang Kabupaten Mempawah, kedepan Pelaksanaan perlombaan Sampan di Kabupaten Mempawah pada ivent Robo-Robo khususnya dapat lebih baik dalam berbagai segi.

"Pelaksanaan nya saya menilai Sudah berjalan dengan baik, tapi tetap saya berharap, kedepan dapat lebih baik lagi, dari segi Pelaksanaan, dari media, dan dari segi pesertnya juga,"ujarnya.

Kemudian di sisi lain, Ikhwanto selaku Koordinator perlombaan mengatakan antusias peserta dalam perlombaan cukup baik, dan dukungan dari Pemerintah Daerah sudah mampu mencukupi kebutuhan yang ada.

Namun, dengan adanya beberapa agenda yang bersamaan, seperti di negara Malaysia bagian Kuching yang mengadakan ivent serupa yakni perlombaan dayung, kemudian gelaran Ivent didaerah lain membuat konsentrasi peserta dari wilayah lain terpecah.

"Antusias cukup banyak, cuman karena waktu mereka bertepatan dengan Kegiatan lain, seperti di Kuching Malaysia, akhirnya mereka yang awalnya mendaftar disini karena keterbatasan waktu dan biaya sehingga tidak jadi," ungkapnya.

Iapun berharap kepada Pemda agar dapat memberikan bantuan hadiah yang lebih besar, agar peserta dari berbagai wilayah Kalimantan Barat lebih tertarik lagi untuk mengikuti perlombaan ini.

Kemudian, ia juga mengatakan, bahwa di tiap Desa, dana ADD yang ada, dapat di gunakan untuk kegiatan keolahragaan.

Sehingga di harapnya, desa dapat mensuport pemuda - pemudi di Desa untuk mengembangkan olah raga ini.

"Karena di Dana Desa itu ada juga untuk kegiatan olah raga, sehingga kami harapkan untuk Desa yang ada di Kabupaten Mempawah, dapat mensuport bagi pemuda yang untuk mengikuti perlombaan  sampan, tertutama untuk kegiatan sampan bidar dan dragon," tuturnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved