Pilpres 2019

Terkait Politik Genderuwo, Ini Saran Pengamat pada Jokowi

Bagi Indria Samego, Jokowi sebaiknya fokus untuk bekerja dan melakukan yang terbaik dalam pemerintahannya ini.

Terkait Politik Genderuwo, Ini Saran Pengamat pada Jokowi
Twitter/Joko Widodo
Jokowi dan Prabowo Subianto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Komunikasi politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini menjadi agresif atau menyerang. Hal tersebut dikemukakan Indria Samego, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Khususnya, saat Jokowi menyebut politik genderuwo.

"Saya tidak tahu, kenapa Presiden Jokowi jadi agresif begitu," ujar Indria Samego kepada Tribunnews.com, Minggu (11/11/2018).

Indria Samego meminta Jokowi kembali ke gaya awal dirinya sebagaimana dikenal publik selama ini, yakni bekerja saja.

Bagi Indria Samego, Jokowi sebaiknya fokus untuk bekerja dan melakukan yang terbaik dalam pemerintahannya ini.

Baca: Hasil Indonesia Vs Vietnam Piala AFF Futsal 2018: Timnas Indonesia Raih Peringkat Tiga

"Sebaiknya Jokowi lakukan yang terbaik saja biar rakyat menilainya," jelas Indria Samego.

Masalahnya, imbuhnya, dalam kampanye pasti ada pendukung dan penentangnya.

Namun keteladanan diri, menurut dia, juga penting bagi publik untuk menilai dan memutuskan pilihan dukungan di Pilpres 2019.

"Dengan memberikan teladan, akan lebih konstruktif hasilnya," ujarnya.

Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11/2018), sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini.

Ia menyebutnya sebagai politikus gerenduwo (genderuwo).

Halaman
12
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved