Meski Tak Ada Nama Pahlawan Asal Kalbar, Jajaran Pemerintah Kota Pontianak Ziarahi Makam Pahlawan

Pemerintah pusat sudah merilis nama-nama, yang diberikan gelar sebagai pahlawan nasional pada tahun 2018

Meski Tak Ada Nama Pahlawan Asal Kalbar, Jajaran Pemerintah Kota Pontianak Ziarahi Makam Pahlawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kadis Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro saat menabur bunga di makam Susilo Suwignyo, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah pusat sudah merilis nama-nama, yang diberikan gelar sebagai pahlawan nasional pada tahun 2018, sayang tak ada nama yang berasal dari Kalbar.

Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial telah merilis nama-nama tersebut diantaranya, Abdurrahman Baswedan tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta, IR H Pangeran Mohammad Noor tokoh dari Kalimantan Selatan, Agung Hajjah Andi Depu tokoh dari Sulawesi Barat, Depati Amir tokoh dari Bangka Belitung, Kasman Singodimedjo tokoh dari Jawa Tengah, Brigjen KH Syam'un tokoh dari Banten.

Sebetulnya masyarakat Pontianak mempunyai harapan, Sultan Hamid II dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, karena jasanya sebagai perancang lambang negara.

Baca: Bahaya! Jangan Makan Bayam Jika Kondisi Tubuh Anda Seperti Ini

Momentum memperingati hari pahlawan yang jatuh setiap 10 November, menjadi momentum memberikan dukungan moril agar pejuang-pejuang asal Kalbar dan Pontianak khususnya dapat diakuinya dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Pontianak, Hidayati menuturkan pihaknya berharap dan terus menunggu nama Sultan Hamid II, dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sehingga jasa-jasanya dapat diketahui masyarakat umum.

Masih dalam momentum memperingati hari pahlawan, Jajaran Pemkot Pontianak yang dipimpin Hidayati mengunjungi makam para pahlawan yang ada di Pontianak.

Ada tiga pahlawan nasional yang dimakamkan di Pontianak mendapat penghormatan dengan dikunjungi.

Tiga tokoh tersebut adalah Perintis Kemerdekaan Indonesia, H.R.M. Susilo Suwignyo, Muchsin Bin Darman dan Irwan Abbas.

"Kegiatan ziarah ini dalam rangka memperingati hari pahlawan. Ada tiga lokasi makam pahlawan nasional di Pontianak ini," ucap Hidayati yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Pontianak saat diwawancarai di Makam, Suwignyo, Jalan Komyos Soedarso, Jumat (9/11/2018) pagi.

Hidayati menambahkan, ziarah ke makam mendoakan almarhum dan melakukan tabur bunga.

Setelah berziarah, dilanjutkan dengan anjangsana atau berkunjung ke rumah pewaris untuk memberikan bingkisan.

"Kegiatan ini adalah pendahuluan dari peringatan Hari Pahlawan 10 November, setiap tahunnya selalu dilakukan prosesi yang sama, sehari sebelum hari H kita lakukan ziarah dulu dan saat hari H, kita datang lagi kemakam pahlawan ini sekaligus mendatangi rumah ahli warisnya," jelas Hidayati.

Tepat 10/11 akan dilakukan mengheningkan cipta serentak nasional. Selain di tempat digelarnya upacara, titik-titik berlangsungnya hening cipta adalah di pasar, stasiun kereta api, terminal bus, pelabuhan udara, pelabuhan laut dan tempat keramaian lainnya.

Hari Pahlawan adalah momentum yang tepat untuk mengenang para pendahulu bangsa, pahlawan dan perintis kemerdekaan, serta para pendiri Republik Indonesia.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved