Telan Korban Jiwa, Kasus DBD Kota Pontianak Terus Meningkat

Handanu, menerangkan kasus DBD ini yang sempat merenggut nyawa warga Pontianak di awal-awal tahun 2018 lalu

Telan Korban Jiwa, Kasus DBD Kota Pontianak Terus Meningkat
ISTIMEWA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr. H. Sidig Handanu Widoyono, M.Kes 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Demam Berdarah Dengue (DBD) telah merenggut nyawa di Kota Pontianak di awal 2018. Dan beberapa tahun terakhir, angka masyarakat yang diserang virus nyamuk ini terus bertambah.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat, 2015 ada 80 kasus, 2016 ada 62 kasus, 2017 ada 247 kasus. Januari- November 2018 kasus DBD telah tercatat sekitar 250 kasus.

Sebagai daerah endemis, memang DBD tak bisa ditiadakan 100 persen. Pemerintah setempat hanya menguatkan pada pengendaliannya, agar tidak mewabah menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Baca: Perkenalan dari Salah Sambung, Gadis Lulusan SD Ini Dirudapaksa Pacar

"Situasi saat ini, memang ada kenaikan kasus DBD di Kota Pontianak. Dilaporkan mulai Januari hingga hari ini sudah mencapai sekitar 250 kasus," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu saat diwawancarai, Kamis (8/11/2018).

Handanu, menerangkan kasus DBD ini yang sempat merenggut nyawa warga Pontianak di awal-awal tahun 2018 lalu, memang selalu diwaspadai pihaknya. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar tidak mewabah.

Ia bersyukur dari sekian banyak kasus yang terjadi, tak banyak yang berakibat fatal atau sampai merenggut nyawa. Kehati-hatian orangtua sangat diperlukan, apabila anak mereka demam maka secepatnya diperiksa darah.

Baca: Mulai Marak, Remaja Minum Air Rendaman Pembalut untuk Mabuk, KPAI Sebut Prilaku Menyimpang

Pemeriksaan darah ini tentunya untuk mengetahui apakah anaknya terkena DBD atau tidak.

"Masyarakat harus selalu waspada, apabila ada anak-anak yang demam, harus segera dicek darahnya. Hal itu memastikan apakah sakitnya karena demam berdarah atau bukan, sehingga dapat ditangani dengan cepat," sarannya.

Kecamatan yang paling tinggi angka DBD adalah Pontianak Barat dan ditarik perkelurahan, maka Parit Tokaya, Sungai Bangkong, Sungai Jawi Dalam, Sungai Jawi Luar dan Sungai Beliung paling tinggi.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved